Serangan Udara AS di Irak dan Suriah Memang Tewaskan Warga Sipil

Serangan Udara AS di Irak dan Suriah Memang Tewaskan Warga Sipil

Sabtu, 23 Jan 2016 | 14:15 | kontributor

WinNetNews.com -  Militer Amerika Serikat mengakui serangan udaranya di Irak dan Suriah merenggut nyawa warga sipil. AS menyebut dua warga sipil tewas dan empat warga sipil lainnya luka-luka akibat serangan udaranya pada Juli 2015.

Menurut keterangan pers Komando Pusat AS, seperti dilansir CNN, Sabtu (23/1/2016), operasi militer melawan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebagian besar diarahkan ke wilayah Raqqa, Suriah dan Mosul, Irak yang merupakan dua kota besar yang dikuasai ISIS.

"Ini tragis, dan ini bukan hal yang ingin kami lakukan. Salah satu beban komando adalah menimbang nilai militer sebuah target, melawan potensi hilangnya nyawa warga sipil," ucap juru bicara koalisi anti-ISIS, Kolonel Steve Warren, kepada wartawan.

Baca: Mantan Polisi AS Divonis 263 Tahun Penjara Atas Pemerkosaan 4 Wanita

Warren menambahkan, koalisi anti-ISIS sejauh ini sudah melancarkan 6.516 serangan udara di Irak dan 3.266 serangan udara di Suriah. Pekan lalu, Komando Pusat AS yang mengawasi operasi militer di Irak dan Suriah melaporkan tewasnya 8 warga sipil dalam serangan udara sepanjang April-Juli 2015.

Koalisi pimpinan AS baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap fasilitas keuangan ISIS, termasuk sembilan serangan terhadap beberapa gedung yang digunakan ISIS untuk menyimpan uang tunai senilai jutaan dolar yang digunakan untuk membayar para petempur ISIS. Menurut Warren, peningkatan serangan terhadap ISIS ini berarti pihak koalisi gabungan bersiap untuk mendapat kabar jatuhnya korban warga sipil.

 

Saat serangan udara terhadap fasilitas penyimpan uang milik ISIS, komandan AS sudah mempertimbangkan sekitar 50 warga sipil yang akan ikut menjadi korban merujuk pada begitu pentingnya target serangan. Namun Warren mengatakan, penghitungan usai serangan mengindikasikan warga sipil yang ikut menjadi korban dalam serangan terhadap sembilan target ISIS diperkirakan hanya mencapai satu digit.

Beberapa minggu terakhir, AS menjanjikan akan menilai seluruh target secara kasus per kasus dan lebih mempertimbangkan nyawa warga sipil daripada target serangan.

Dinyatakan Komando Pusat AS, dirilisnya pernyataan mengakui jatuhnya korban sipil ini merupakan bagian dari komitmen terhadap transparansi. "Juga bentuk simpati mendalam bagi keluarga korban dan mereka yang terkena dampak," sebutnya.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...