Serangan Udara Hantam Pesta Pernikahan di Yaman
ilustrasi

Serangan Udara Hantam Pesta Pernikahan di Yaman

Selasa, 24 Apr 2018 | 11:48 | Rusmanto

WinNetNews.com - Korban tewas kembali berjatuhan saat koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di wilayah Yaman yang berkonflik. Sedikitnya 20 orang yang sedang menghadiri pesta pernikahan di sebuah desa Yaman tewas akibat serangan udara terbaru koalisi Saudi. 

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (23/4/2018), sebuah serangan udara dilaporkan mengenai sebuah pesta pernikahan yang digelar di wilayah Bani Qais, Provinsi Hajjah, sebelah utara ibu kota Sanaa. Wilayah itu diketahui dikuasai oleh pemberontak Houthi.

Houhi menyalahkan koalisi pimpinan Saudi atas serangan udara yang menewaskan banyak warga sipil pada Minggu (22/4) waktu setempat. 

Kepala Rumah Sakit Al Jumhouri di Hajjah menuturkan bahwa rumah sakitnya menerima 40 jenazah yang sebagian besar kondisinya tidak utuh. Disebutkan juga bahwa 46 orang, termasuk 30 anak, luka-luka akibat serangan udara yang mengenai pesta pernikahan itu.

Sedangkan sejumlah warga setempat juga sumber-sumber medis menuturkan kepada Reuters bahwa sedikitnya 20 orang yang menghadiri pesta pernikahan itu tewas dan 30 orang lainnya luka-luka. 

Juru bicara koalisi pimpin Saudi belum memberikan komentar terkait serangan yang memakan korban jiwa ini. 

Jatuhnya korban tewas dalam pesta pernikahan ini terjadi sehari setelah 20 orang lainnya tewas akibat serangan udara di wilayah Yaman lainnya. Pada Sabtu (21/4) lalu, sebuah mobil yang membawa 20 penumpang menuju selatan dari provinsi Taiz terkena serangan udara koalisi Saudi. 

Sejak Maret 2015, Saudi memimpin koalisi militer yang bertempur melawan Houthi yang didukung Iran, rival Saudi. Koalisi militer itu juga bertujuan untuk membantu pemerintahan Yaman yang diakui internasional untuk kembali berkuasa. 

Ribuan serangan udara dilancarkan Saudi dan sekutunya. Beberapa di antaranya mengenai rumah sakit, sekolah dan pasar. Nyaris 10 ribu orang tewas dalam konflik Yaman yang disebut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Dalam pernyataan sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi menegaskan pihaknya tidak menargetkan warga sipil dan telah membentuk komisi investigasi untuk menyelidiki serangan udara yang memakan korban jiwa di Yaman. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...