Sering Mengkritik Diri, Begini Cara Perfeksionis Kurangi Stres

Sering Mengkritik Diri, Begini Cara Perfeksionis Kurangi Stres

Rabu, 29 Mei 2019 | 08:30 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Orang yang perfeksionis biasanya suka mengkritik. Bukan hanya mengkritik orang lain tapi juga dirinya sendiri. Si perfeksionis selalu berusaha yang terbaik agar tak mengalami kegagalan. Ini membuat mereka cenderung gila kerja.

Saat mereka (si perfeksionis) nggak mampu mencapai goal atau impiannya, ini pasti bakal membuatnya tambah stres dan menganggap diri sendiri sebagai manusia gagal, tenggelam dalam rasa bersalah yang berlebihan.

Di artikel ini, ada 4 tips buat kamu si perfeksionis dalam mengatasi rasa bersalah berlebihan.

1. Buang kebiasaan suka membanding-bandingkan

Studi psikologi menunjukkan bahwa perilaku suka membandingkan diri-sendiri dengan orang lain bisa bikin kamu terjebak ke pusaran negatif perasaan rendah diri atau low self-esteem. Saat kamu mengukur level produktifitas kamu dengan punya orang lain, nggak bisa dihindari ini bakal memunculkan penilaian negatif dan perasaan bersalah yang berlebih pada diri.

Kalau kamu udah mulai kayak gini, ingat... sebagian besar orang hanya memperlihatkan hal-hal terbaiknya saja. Nggak menutup kemungkinan mereka juga mengalami banyak tugas yang belum terselesaikan kayak kamu kok.

2. Cintai prosesnya, bukan hasilnya

Kalau kamu orangnya target oriented, kamu bakal mudah kecewa. Target oriented dalam artian kamu mematok standar: hanya akan bahagia kalau kamu mendapatkan sesuatu persis seperti ekspektasi kamu. Kalo nggak kesampaian, duh... muncul rasa bersalah yang parah abis.

Padahal hidup itu gak selalu bisa ngasi semua yang kamu inginkan. Sehingga saat hasil nggak sesuai ekspektasi, kamu pasti kecewa. Cobalah untuk mencintai prosesnya. Setiap langkah-langkah kecil yang kamu lakukan dalam proses itu sebenarnya udah termasuk sukses kok.

Ada banyak pelajaran yang seharusnya kamu nikmati di situ. Itu yang bikin kamu berkembang. Kamu akan merayakan setiap kemenangan kecil yang telah kamu capai. Pastinya kamu jadi pribadi yang lebih banyak bersyukur.

image0
Foto: @avayvay

3. Ubah mindset bahwa istirahat itu juga bisa jadi produktif lho

Well, dari katanya aja terlihat bertolak belakang. Tapi jangan salah, tubuh kamu juga butuh istirahat. Merasa bersalah memang dibutuhkan seperlunya aja untuk membantu kamu menganalisis di mana letak kekurangannya lalu kamu perbaiki untuk project selanjutnya.

Gak usah terlalu memaksakan diri. Kalau kamu istirahat sebentar, itu membantu kamu me-recharge energi supaya kamu dapat kembali mengeluarkan performa terbaik kamu untuk pekerjaan.

Kalo tubuh lagi stres, terus dipaksa bekerja terus-menerus, bagaimana bisa kamu mengharapkan hasil yang maksimal dari tugas-tugas itu. Jadi jangan mikir "Duh masih banyak yang belum dikerjakan!" sementara otak kamu udah panas, malah akan makin panas kalau terus diforsir.

4. Buat perencanaan dan tuliskan

Dilansir dari situs Huffingtonpost, menurut penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologi di Dominican University California, Dr. Gail Matthews: goal kamu sudah tercapai sebesar 42% hanya dengan membuat perencanaan dan menuliskannya.

Perencanaan memang memudahkan kamu mencapai goal yang kamu inginkan. Dengan menyusun langkah demi langkah, apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan besar kamu, maka mencapai tujuan terasa lebih cepat karena kamu menikmati prosesnya.

Jadi saat kamu mengalami penurunan performa, kamu bisa mengatasi rasa bersalah itu dengan kembali melihat perencanaan yang sudah kamu buat atau penyesuaian kembali perencanaan berdasarkan situasi yang terjadi saat itu. Kamu tahu tujuan kamu jelas kemana, tapi dengan pemikiran yang dewasa kamu sadar bahwa proses atau jalan menuju ke sana itu tidak hanya satu.

 

So, guys untuk bisa hidup lebih positif kamu harus bisa menyeimbangakan segala hal dalam hidup kamu. Jangan sampai rasa bersalah berlebihan kamu, malah menghalangi performa terbaik kamu. Selamat menerapkan ya!

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...