Sering Ngiler Saat Tidur? Ini Penjelasannya
ilustrasi

Sering Ngiler Saat Tidur? Ini Penjelasannya

Senin, 3 Agt 2020 | 12:37 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Setelah tidur semalaman, tidak jarang kita bangun dan mendapati bantal atau seprai tempat tidur kita basah oleh iler. 

Iler adalah kelebihan liur yang keluar dari mulut. Hal ini terjadi karena saat malam refleks tubuh manusia untuk menelan berkurang, sehingga liur bisa mengumpul dan sebagian keluar dari mulut. 

Istilah medis untuk ngiler yang berlebihan adalah sialorrhea dan hypersalivation. 

Melansir Healthline, Minggu (2/8/2020) meski ngiler saat tidur adalah sesuatu yang cukup wajar, namun hal itu bisa juga menjadi gejala dari gangguan tidur, kondisi neurologis, dan kondisi kesehatan lainnya. 

Ngiler berlebihan bisa terjadi setelah seseorang mengalami stroke, cerebral palsy, atau juga multiple sclerosis. 

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa seseorang bisa ngiler saat tidur: 

Posisi tidur

Penyebab ngiler yang paling umum ternyata masih berhubungan dengan pengaruh gravitasi, yakni posisi tidur. 

Ketika seseorang tidur, posisinya memengaruhi pengumpulan liur dalam mulut. 

Orang-orang yang tidur menyamping atau tengkurap, lebih sering ngiler ketika tidur. Terutama, bila mereka bernapas melalui mulut atau memiliki saluran sinus yang sempit. 

Hal ini menyebabkan liur mengumpul dan keluar dari celah bibir ketika mulut terbuka untuk bernapas. 

Sinus tersumbat 

Jika seseorang mengalami hidung tersumbat karena pilek atau infeksi, mereka mungkin akan mendapati produksi air liur mereka lebih banyak dari biasanya. 

Sementara itu, jika seseorang sering mengalami radang, penyumbatan saluran sinus, atau sinus yang lebih sempit dari orang lain, mereka mungkin ngiler setiap tidur. 

Hal ini disebabkan sinus yang tersumbat membuat seseorang lebih mungkin bernapas melalui mulut saat tidur, dan "pernapasan mulut" menyebabkan lebih banyak air liur keluar dari mulut. 

GERD

Gastrointestinal reflex disorder (GERD) adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika isi perut naik kembali ke kerongkongan, dan merusak lapisan kerongkongan. 

GERD dapat menyebabkan disfagia (kesulitan menelan) dan membuat seseorang merasa ada benjolan di tenggorokan. 

Hal ini kemudian menyebabkan produksi liur berlebih pada sebagian orang. 

Efek samping obat

Beberapa obat membuat seseorang lebih sering ngiler. 

Obat antipsikotik, terutama clozapine, dan obat yang digunakan untuk mengobati alzheimer telah terbukti menyebabkan produksi liur yang berlebih. 

Beberapa jenis antibiotik juga diketahui dapat menyebabkan efek serupa. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...