Sering Rasakan Nyeri di Bahu? Waspada Penyakit Ini

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Sering Rasakan Nyeri di Bahu? Waspada Penyakit Ini

Winnetnews.com - Nyeri pada bahu, biasanya disebabkan karena aktivitas fisik yang berlebih. Seperti memikul beban berat atau kelelahan bekerja. Untuk mengatasinya, umumnya orang akan membalurkan bahunya dengan minyak angin, agar menjadi otot-ototnya tidak lagi kaku. Namun ternyata, sakit yang timbul di bahu bisa saja menjadi sebuah awal bagi sebuah penyakit serius lho.

Bagian bahu terdiri dari persendian bola dan soket yang memiliki jangkauan pergerakan terbesar dari semua sendiri dalam tubuh. Persendian ini terdiri dari humerus atau tulang lengan atas, tulang belikat atau pisau bahu, dan klavikula (tulang selangka).

Persendian ini juga memiliki banyak otot, tendon, dan ligamen yang memegang sendi bersama-sama. Di atas bahu, terdapat sendi lain yang disebut sendi acromioclavicular. Karena pergerakan yang lebih besar itulah, bahu kita menjadi mudah terluka. 

Selain posisi tubuh yang salah, osteoarthritis juga dapat menyebabkan nyeri pada bahu. Osteoarthritis adalah kondisi degeneratif yang terjadi karena adanya pengurangan jumlah tulang rawan pada sendi.

Dilansir dari Cewekbanget, berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri pada bahu.

Pertumbuhan tulang yang abnormal

Hal ini disebut dengan nama taji tulang, yakni kondisi yang menunjukkan pertumbuhan tulang ekstra pada tulang normal. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai osteofit. Taji tulang biasanya terjadi pada sendi tulang belakang, kaki, bahu, pinggul, tangan, dan lutut.

Tulang rawan dan tendon melembut

Tendon melembut saat usia bertambah atau stres, tulang rawan yang melembut dapat menyebabkan kurangnya ketahan tulang. Akibatnya, sering terasa nyeri apabila kita menggerakkan area tersebut.

Otot melemah

Kelemahan terjadi karena alasan hormonal. Untuk yang sudah berusia lanjut, biasanya sudah tidak memproduksi jumlah testosteron seperti saat muda. Sehingga otot tidak lagi sekuat dulu.

Tulang melunak 

Kondisi ini juga dikenal sebagai osteoporosis, dan meskipun tidak sakit, kondisi ini dapat membuat penderita menjadi rentan terkena kerusakan tulang.

Apa Reaksi Kamu?