Sertifikasi Pengemudi Kopaja dan Metromini

Rani
Rani

Sertifikasi Pengemudi Kopaja dan Metromini

Jakarta, wingamers - Kecelakaan yang merenggut korban jiwa seorang pengemudi Go-Jek dan Istrinya hari rabu (16/9) akibat aksi ugal-ugalan supir kopaja 612 rute kampung melayu-ragunan, mendorong perhatian pihak Organda DKI Jakarta untuk melakukan pembenahan amgkutan transportasi umum, khususnya Kopaja dan Metromini.

Ketua organda DKI Jakarta Shafruan Sinungan menyebutkan bahwa, angkutan umum di DKI Jakarta memang perlu dibenahi, terutama dalam hal revitalisasi armada dan revitalisasi SDM. Nantinya pihak Organda DKI Jakarta akan menjalin kerjasama terpadu dengan Ditlantas Polri, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta Dinas Ketenagakerjaan. Diharapkan kedepannya akan diadakan sekolah bagi para pengemudi kopaja dan metromini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena aksi ugal-ugalan sang supir.

Diharapkan nantinya para perusahaan otomotif untuk mengambil bagian dalam program sekolah pengemudi yang direncanakan oleh pihak Organda DKI. Kerjasama tersebut dalam bentuk dana bantuan CSR perusahaan. Nantinya pengemudi kopaja dan metromini akan mendapatkan sertifikasi. Sehingga tidak sembarangan orang bisa menjadi pengemudi KOpaja dan Metromini.

Sebelumnya, Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan peristiwa Kopaja menbarak pemotor di Warung BUncit, Jaksel. Ahok berencana untuk mencabut trayek Kopaja 612. Rencana ini juga didukung oleh Organda dengan alasan pembenahan dan evaluasi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});