Sertifikat Halal MUI di Snack Bikini Palsu

Sertifikat Halal MUI di Snack Bikini Palsu

WinNetNews.com - Snack yang lagi bermasalah dan sempat beredar di pasaran, 'Snack Bikini' ternyata memalsukan logo MUI di kemasannya. Menanggapi hal ini, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk snack Bihun Kekinian alias 'Bikini Snack' yang sudah beredar dan meresahkan masyarakat.

"Tidak register ke LPPOM, apalagi dari sisi gambar snack Bikini mengandung konten pornografi dan kata-kata yang tidak mendidik," ujar Lukman di Jakarta, Kamis (04/8).

Lukman juga mengecam atas beredarnya produk tersebut, dan mendesak pemerintah melalui BPOM agar segera menelusuri dan menghentikan peredaran Bikini Snack. Hal itu karena dianggap bisa memicu anak-anak menirukan gambar dan kata-kata yang ada dalam kamasan tersebut.

"Snack itu akan memicu anak-anak menirukan apa yang tertera dalam kemasan tersebut, apalagi sampai ada kata-kata 'remas aku.' Kita juga minta BPOM segera telusuri," jelasnya.

Meski demikian, MUI tidak dapat memutuskan halal dan haramnya snack tersebut karena belum ada penelitian yang dilakukan MUI atas kandungan dan bahan baku dari produk tersebut.

Bikini Snack merupakan jajanan yang dikemas dengan gambar wanita berpakaian bikini (bra dan celana dalam) dan bertuliskan ‘remas aku’ dalam kemasannya. Snack sudah beredar di sejumlah daerah dan dijual seharga Rp15.000-Rp20.000. Snack dijual dengan ragam rasa yaitu balado, pizza, jagung bakar dan pedas.