Sesi I: IHSG Ditutup Terpangkas 10 Poin

Sesi I: IHSG Ditutup Terpangkas 10 Poin

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 10 poin akibat maraknya aksi jual di saham-saham konsumer. Indeks belum berhasil menyentuh zona hijau.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,676 poin (0,12%) ke level 4.876,254. Aksi jual dilakukan oleh investor domestik. Indeks langsung terjerembab di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Investor asing masih berani berburu saham di tengah merahnya pasar saham.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (20/4/2016), IHSG terpangkas 10,627 poin (0,22%) ke level 4.871,303 dan Indeks LQ45 terkoreksi 3,795 poin (0,45%) ke level 843,845.

Lima sektor menguat, lima sektor sisanya melemah. Dana asing hari ini masuk lantai bursa sekitar seratusan miliar rupiah.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.652 kali dengan volume 3,691 miliar lembar saham senilai Rp 3,422 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 116 turun, dan 79 saham stagnan.

 

Rata-rata bursa regional bergerak negatif hingga siang hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang masih bertahan di zona hijau.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

• Indeks Nikkei 225 naik 53,91 poin (0,32%) ke level 16.928,35.

• Indeks Hang Seng anjlok 237,20 poin (1,11%) ke level 21.199,01.

• Indeks Komposit Shanghai jatuh 77,51 poin (2,55%) ke level 2.965,31.

• Indeks Straits Times melemah 13,74 poin (0,47%) ke level 2.938,07.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 400 ke Rp 9.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 9.475, BRI (BBRI) naik Rp 225 ke Rp 10.375, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 7.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 4.250 ke Rp 95.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 65.775, Astra Agro (AALI) turun Rp 225 ke Rp 16.075, dan Indocement (INTP) turun Rp 225 ke Rp 19.825.

Sumber dari detikFinance, Jakarta