Sesi I: IHSG Ditutup Turun 107 Poin ke 5.823

Sesi I: IHSG Ditutup Turun 107 Poin ke 5.823 ilustrasi

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini mengalami pelemahan cukup dalam mencapai 1,82%. Pergerakan IHSG diwarnai tekornya neraca dagang RI di bulan Agustus sebesar US$ 1,02 miliar. Sentimen negatif tersebut memperparah sentimen dari regional di mana mayoritas bursa saham regional bergerak negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini ikut mengalami pelemahan. Dolar AS berada di level Rp 14.885, lebih perkasa dibandingkan akhir pekan lalu yang berada di Rp 14.769.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun 22,855 poin (0,39%) ke 5.908,426. Indeks LQ45 juga turun 5,676 poin (0,61%) ke 931,192.

Membuka perdagangan, Senin (17/9/2018), IHSG turun 32,346 poin (0,55%) ke 5.898,935. Indeks LQ45 juga turun 8,181 poin (0,87%) ke 928,687.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG terperosok makin dalam 48,061 poin (0,81%) ke 5.883,220. Indeks LQ45 turun 11,041 poin (1,18%%) ke 925,827.

Jeda siang ini IHSG masih melanjutkan pelemahan. Bahkan pelemahan yang terjadi makin dalam. IHSG turun 107,696 poin (1,82%) ke 5.823,585. Indeks LQ45 melemah 22.973 poin (2,45%) ke 913,895.

Seluruh 10 saham sektoral kompak melemah. Pelemahan paling dalam dialami saham sektor aneka industri yang terjun 2,79%.

Pelemahan yang terjadi pada IHSG seolah tak ada ampun. Hanya 120 saham yang masih menguat, sementara ada 231 saham melemah dan 102 saham melemah.

Perdagangan saham pun terpantau sepi dengan frekuensi perdagangan saham 231.254 kali transaksi sebanyak 4,7 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun. Investor asing pun mencatat jual bersih Rp 47,15 miliar.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup flat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Dow Jones dan S&P menguat terbatas masing-masing sebesar 0.03%, sedangkan Nasdaq berakhir turun tipis 0.05%. Terbatasnya pergerakan indeks utama AS sejalan dengan rilisnya data retail sales AS bulan Agustus yang mengalami sedikit perlambatan menjadi 6,6% (yoy) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 6,7% (yoy).

Selain itu rilisnya data anggaran bulanan AS yang defisit sebesar US$ -214B atau lebih besar dibandingkan defisit bulan Juli yakni US$ -77B turut menjadi salah satu faktor pemberat pergerakan indeks akhir pekan lalu.

Dikutip dari situs detikFinance , Jakarta, Senin (17/9/2018), Bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tutup untuk memperingati hari lanjut usia. Sementara saham-saham di regional Asia lainnya melemah.

  • Indeks Hang Seng jatuh 1,58% ke 26.854,369
  • Indeks Komposit Shang Hai turun 0,95% ke 2.655,690
  • Indeks Strait Times berkurang 0,75% ke 3.137.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers siang ini adalah Indomobil (IMAS) naik Rp 120 ke Rp 2.210, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 50 ke Rp 6.150 ke Rp 6.150, Perdana Karya (PKPK) naik Rp 50 ke Rp 194 dan Yanaprima (YPAS) naik Rp 50 ke Rp 775.

Sementara saham-saham yang masuk ajjaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.350 ke Rp 73.375, Unilever Indoensia (UNVR) turun Rp 1.175, United Tractors (UNTR) turun Rp 625 ke Rp 32.250 dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 575 ke Rp 26.525.