(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sesi I: IHSG Ditutup Turun 28 Poin ke 5.795

Muchdi
Muchdi

Sesi I: IHSG Ditutup Turun 28 Poin ke 5.795 ilustrasi

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak positif tadi pagi. Sayang, lajunya tak bertahan lama dan langsung terjungkal ke zona merah pada jeda perdagangan saham siang ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini ikut mengalami pelemahan. Dolar AS berada di level Rp 14.925, lebih perkasa dibandingkan kemarin sore yang berada di Rp 14.870.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke 5.818,720. Indeks LQ45 juga turun 5,676 poin (0,61%) ke 912,595. membuka perdagangan, Selasa (18/9/2018), IHSG melemah 12,919 poin (0,22%) ke 5.810,595. Indeks LQ45 juga 22 poin (0,33%) ke 911,687. Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik naik 11,995 poin (0,21%) ke 5.836,252. Indeks LQ45 turun 2,465 poin (0,27%%) ke 916,436.

Jeda siang ini IHSG kembali negatif. IHSG turun 28,930 poin (0,50%) ke 5.795,327. Indeks LQ45 melemah 6,320 poin (0,69%) ke 907,651. Pelemahan IHSG dipicu jatuhnya delapan saham sektoral. Saham sektor barang konsumsi jatuh paling dalam mencapai 1,53%. Sebanyak 120 saham menguat, 214 saham melemah dan 115 saham stagnan.

Perdagangan saham siang ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak 233.146 kali transaksi dengan volume 5,6 miliar lembar saham senilai Rp 3,2 triliun.

Posisi tertinggi IHSG siang ini berada di 5.844,951 dan terendah di 5.781,289. Investor asing mencatat jual bersih dengan catatan net buy sebesar Rp 34,07 miliar.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona negatif pada perdagangan awal pekan kemarin (17/09). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.35% ke level 26062, S&P tertekan 0.56% ke level 2888 dan Nasdaq turun sebesar 1.43% ke level 7895.

Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan pengumuman kenaikan tarif barang impor barang China senilai US$ 200 miliar oleh Presiden AS Donald Trump semalam. Adapun sektor yang menjadi pemberat indeks diantaranya sektor konsumen discretionary dan teknologi inline dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Presiden Trump tersebut.

Bursa saham Asia bergerak variatif. Seperti dikutip dari situs detikFinance , Jakarta, Selasa (18/9/2018), berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 1,64% ke 23.472,789
  • Indeks Hang Seng jatuh 0,69% ke 26.747,859
  • Indeks Komposit Shang Hai naik 0,11% ke 2.655,380
  • Indeks Strait Times berkurang 0,57% ke 3.123,850

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 200 ke Rp 16.000, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 7.100, Arkadia Digital (DIGI) naik Rp 140 ke Rp 340 dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 130 ke Rp 4.060.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 1.025 ke Rp 45.025, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 72.050, United Tractors (UNTRA) turun Rp 550 ke Rp 31.600 dan FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 390 ke Rp 3.500.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});