Sesi I: IHSG Ditutup Turun 5 Poin

Sesi I: IHSG Ditutup Turun 5 Poin

Jumat, 19 Agt 2016 | 12:30 | Muchdi

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis akibat aksi jual investor asing. Indeks masih bertahan di level 5.400.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,563 poin (0,12%) ke level 5.468,013 setelah kemarin naik tinggi. Investor waspada aksi ambil untung.

Pergerakan IHSG tidak terlalu kencang pagi tadi. Investor asing juga masih menahan diri sambil menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) siang ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/6/2016), IHSG turun tipis 5,545 poin (0,10%) ke level 5.455,905 dan Indeks LQ45 melemah tipis 2,596 poin (0,28%) ke level 939,845.

Investor asing masih mengoleksi saham-saham perbankan. Namun aksi jual asing terjadi di saham-saham berbasis infrastruktur.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.167 kali pada volume 3,519 miliar lembar saham senilai Rp 4,269 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa Asia masih tidak banyak berubah sejak pagi tadi. Pasar saham China masih melemah.

 

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

• Indeks Nikkei 225 naik 15,92 poin (0,10%) ke level 16.501,93.

• Indeks Hang Seng turun 84,86 poin (0,37%) ke level 22.938,30.

• Indeks Komposit Shanghai melemah 14,04 poin (0,45%) ke level 3.090,07.

• Indeks Straits Times menguat 5,04 poin (0,18%) ke level 2.842,02.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 23.750 ke Rp 413.759, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.000 ke Rp 7.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 68.450, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 760 ke Rp 4.990.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 1.225 ke Rp 10.525, Matahari (LPPF) turun Rp 500 ke Rp 20.500, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 45.175, dan Indocement (INTP) turun Rp 375 ke Rp 18.150.

Sumber: detikFinance

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...