Sesi II: IHSG Ditutup Terjungkal 111 Poin ke 5.756

Sesi II: IHSG Ditutup Terjungkal 111 Poin  ke 5.756 ilustrasi

WinNetNews.com  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. lajunya tak membaik hingga menutup perdagangan sore ini. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini sudah tembus ke posisi 15.190.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun 20,13 poin atau 0,3% ke 5.847,99. Indeks LQ45 juga turun 0,04% ke 942,901. Membuka perdagangan, Kamis (4/10/2018), IHSG turun kian dalam 61,3 poin (1,04%) ke 5.806,36. Indeks LQ45 juga turun 17,951 poin (1,94%) ke 907,351.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bertahan di zona negatif, turun 69 poin (1,18%) ke 5.798,40. Jeda perdagangan siang ini IHSG terus merosot negatif. IHSG turun 99,665 poin (1,7%) ke 5.768,072. Indeks LQ45 melemah 5,5 poin (0,6%) ke 923,431.

Laju pelemahan berlanjut hingga tutup perdagangan sore ini. IHSG turun 111,118 poin (1,89%) ke 5.756,619. Indeks LQ45 melemah 20,963 poin ke 904,339.

Laju perdagangan IHSG terpantau ramai dengan frekuens perdagangan saham mencapai 435.603 kali transaksi sebanyak 11,1 miliar lembar saham senilai Rp 8,4 triliun.

Hanya 90 saham yang masih bertahan positif, sementara saham yang melaju negatif mencapa 305 saham dan 99 saham stagnan. Investor asing mencatat jual bersih mencapai Rp 1,16 triliun.

Sementara itu, Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 26,828.39 (+0.20%), NASDAQ ditutup 8,025.09 (+0.32%), S&P 500 ditutup 2,925.21 (+0.06%).

Bursa saham US ditutup menguat setelah data ekonomi riterbitkan. Data ekonomi ADP non-farm payroll menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan baru meningkat sebanyak 230.000 lebih tinggi dari prediksi di level 185.000, sedangkan data PMI manufaktur menunjukan 61.0 slebih tinggi daripada prediksi di level 58.0 yang cukup tinggi, menunjukkan pertumbuhan manufaktur di dalam US cukup peast.

Jerome Powell memberikan komentar bahwa data ekonomi US cukup kuat sehingga peningkatan suku bunga The Fed akan masih berlanjut namun akan dilakukan secara gradual. Hal ini memberikan sentimen yang positif bagi bursa US dan juga nilai tukar USD terhadap mata uang lainya secara keseluruhan. Secara bersamaan, hal ini dapat memberikan sentimen yang kurang baik bagi pada investor di emerging market termasuk Indonesia.

Bursa saham Asia juga mayoritas bergerak negatif sore ini. Dikutip dari situs detikFinance, Jakarta, Kamis (4/10/2018),berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 0,56% ke 23.975
  • Indeks Hang Seng turun 1,73% ke 26.623
  • Indeks Komposit Shanghai libur
  • Indeks Strait Times melemah 1,10% ke 3.231,590.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah ABM Investama (ABMM) naik Rp 425 ke Rp 2.160, Map Aktif (MAPA) naik Rp 210 ke Rp 3.810, Pelat Timah (NIKL) naik Rp 190 ke Rp 3.840, Paramita (PBSA) naik Rp 155 ke Rp 805.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Unilever Indoensia (UNVR) turun Rp 1.825 ke Rp 43.025, Indah Kiat (INKP) turun Rp 1.550 ke Rp 14.450, ndocement Tunggal (INTP) turun Rp 925 ke Rp 15.700 dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 72.100.