Sesi II: IHSG Tutup Akhir Pekan Turun 8 Poin ke Level 6.175
ilustrasi

Sesi II: IHSG Tutup Akhir Pekan Turun 8 Poin ke Level 6.175

Jumat, 6 Apr 2018 | 16:42 | Muchdi

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. Sayang, penguatan tak berlangsung lama dan IHSG pun langsung bergerak melemah. Sore ini IHSG tutup melemah ke 6.175.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan di level Rp 13.772. Kemarin dolar berada di level Rp 13.774.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 1,643 (0,02%) ke level 6.184,870. Indeks LQ45 naik tipis 0,41 poin (0,04%) ke level 1.008,867.

Membuka perdagangan, Jumat (6/4/2018), IHSG bertambah 1,643 (0,02%) ke level 6.184,870. Indeks LQ45 naik tipis 0,41 poin (0,04%) ke level 1.008,867.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG turun 6,417 poin (0,10%) ke level 6.176,810. Sementara indeks LQ45 berkurang 2,191 poin (0,22%) ke level 1.006,265.

Jeda siang perdagangan, IHSG parkir di zona merah. IHSG turun 2,421 poin (0,04%) ke 6.180,806. Indeks LQ45 melemah 0,597 poin (0,06%) ke 1.007,859.

Seperti dikutip dari situs detikFinance, Jakarta, Jumat (6/4/2018), hingga menutup perdagangan sore ini, IHSG tak kunjung membaik. IHGS turun 8,175 poin (0,13%) ke 6.175,052. Indeks LQ45 berkurang 0,868 poin (0,09%) ke 1.007,588.

Pelemahan IHSG sore ini diwarnai jatuhnya 7 sektor saham. Saham sektor aneka industri jatuh paling dalam sore ini sebesar 0,91%. Sebanyak 151 saham menguat, 192 saham melemah dan 123 saham stagnan.

Hingga penutupan perdagangan saham sore ini, IHSG menyentuh level tertinggi di 6.192,423 dan terendah di 6.165,205. Perdagangan saham terpantau sepi dengan frekuensi perdagangan saham 333.075 kali transaksi sebanyak 8,2 miliar lembar saham senilai Rp 5,1 triliun.

Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam (05/04). Indeks Dow Jones menguat 0.99%, S&P naik 0.69%, serta Nasdaq terangkat 0.49%.

Penguatan tersebut inline dengan adanya perkiraan bahwa rilisnya Laporan keuangan kuartal Pertama tahun 2018 akan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pasar optimis laba bersih perusahaan akan tumbuh lebih tinggi dibanding periode tujuh tahun sebelumnya dikarnakan adanya insentif pajak bagi para pengusaha.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 50.775, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 73.900, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 17.500, Bukaka (INTP) naik Rp 215 ke Rp 1.900.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 10.550, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 450 ke Rp 7.450, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 325 ke Rp 22.725 dan Astra Agro (AALI) turun Rp 275 ke Rp 13.425.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...