Sesumbar Balas Serangan Kilang Minyak, AS Siap Lindungi Arab

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Sesumbar Balas Serangan Kilang Minyak, AS Siap Lindungi Arab Mike Pompeo. (Foto: Gulf Bussiness)

Winnetnews.com - Pasca kilang minyak Aramco di Arab Saudi meledak akibat serangan dari kelompok pemberontak Iran, Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri (Menlu), Mike Pompeo yang mengunjungi Arab Saudi sesumbar akan memberikan serangan balasan. Hal ini diungkapkan Wakil Presiden (Wapres) AS, Mike Pence seperti dikutip AFP.

"Seperti yang dikatakan presiden, kami tidak ingin perang dengan siapa pun kecuali Amerika Serikat siap," kata Pence seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Pompeo berangkat setelah sebelumnya AS mengklaim memiliki bukti bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan itu.

"Kami siap membela sekutu kami, jangan membuat kesalahan tentang itu," kata Pence menirukan ucapan Presiden Donald Trump, Senin (16/9/2019).

Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya menyebut pemerintahan Trump telah menyimpulkan serangan akhir pekan lalu melibatkan rudal jelajah milik Iran. Kata dia, bukti-bukti tersebut akan dibawa ke Majelis Umum PBB pekan depan.

Dalam kicauannya pekan lalu, Trump mengatakan AS siap mengokang senjata demi merespons serangan pesawat nirawak atau drone terhadap dua kilang minyak Arab Saudi.

Meski demikian, Trump disebut tetap mempertimbangkan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela sidang Majelis Umum PBB.

Namun, AS mulai gusar ketika pemimpin tertinggi Iran itu mengesampingkan negosiasi dengan Washington "di tingkat apa pun."

Pemerintah Iran menyatakan pertemuan antara Rouhani dan Trump, pada akhir bulan ini tidak bakal terjadi. Mereka kembali menyatakan hal itu baru bisa dilakukan jika AS kembali mematuhi perjanjian nuklir yang diteken pada empat tahun lalu dan mencabut serangkaian sanksi terhadap mereka.

Sementara Trump mengaku telah mendinginkan kesalahan diplomatik dengan Iran. "Saya tidak pernah mengesampingkan apa pun, tetapi saya lebih suka tidak bertemu dengannya," kata Trump.

Apa Reaksi Kamu?