Setara: Laporan Haris Azhar Harus Dijadikan Momentum Untuk Peningkatan Pengawasan

Setara: Laporan Haris Azhar Harus Dijadikan Momentum Untuk Peningkatan Pengawasan

Minggu, 7 Agt 2016 | 18:18 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com - Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan pengakuan Freddy Budiman yang dituturkan ke Koordinator Kontras Haris Azhar, harus dijadikan momentum institusi negara untuk meningkatkan pengawasan internal.

"Pengawasan itu harus dilakukan secara progresif, bisa dengan melibatkan lembaga-lembaga seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), KPK dan lainnya," ujar Hendardi di Jakarta, Minggu (7/8/2016).

Dia pun menekankan bahwa kesaksian Freddy Budiman tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, karena bisa saja informasinya tidak akurat.

Akan tetapi, lanjut Hendardi, hasil wawancara di LP Nusakambangan yang dikatakan Haris juga disaksikan beberapa orang itu harus bisa dijadikan petunjuk pertama untuk perbaikan.

Adapun hasil wawancara Haris dengan terpidana mati Freddy Budiman itu berjudul "Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)".

Dalam tulisan tersebut, Freddy mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.

"Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih Rp90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua," kata Freddy seperti dikutip dari laman Facebook Kontras.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...