Setelah Bunuh Petugas Pajak, Agusman Naik Ojek ke Kantor Polisi

Rusmanto
Rabu, 13 April 2016 09:56 WIB
Oleh Rusmanto pada Rabu, 13 April 2016 09:56 WIB
Image Setelah Bunuh Petugas Pajak, Agusman Naik Ojek ke Kantor Polisi

WinNetNews.com - Pengusaha Agusman Lahagu membunuh dua petugas pajak di Nias, Sumatera Utara. Usai membunuh, Agusman kemudian menyerahkan diri Polres Nias dengan menggunakan ojek.

Baca juga: 2 Petugas Pajak KPP Sibolga Dibunuh Pengusaha, Menkeu Sebut Mereka Dalam Melakukan Tugas Negara

"Dia dari membunuh itu langsung naik ojek, minta diantarkan ke Polres, langsung ke Polres," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Budi Winarso, Rabu (13/4/2016).

Mantan Kadiv Propam Polri itu menjelaskan, Agusman memiliki tagihan pajak senilai Rp 14 miliar. Agusman juga sudah tiga kali diberi surat peringatan oleh KPP Pajak Sibolga.

"(Saat ini) Dia masih ditenangkan. Kayaknya emosi saja itu, dia punya tagihan pajak Rp 14 miliar," ujar Budi.

"Dia pengusaha karet, juga punya ekspedisi. Jadi dia ngumpul karet dijual ke Sibolga dan daerah Sumatera lainnya," sambungnya.

Kedua korban tewas adalah Juru Sita Pajak Negara (JSPN) bernama Parada Toga Fransriano S dan seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Soza Nolo Lase yang bekerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga. Kapolres Nias menyebut keduanya ditusuk AL hingga tewas menggunakan pisau.

"Pelaku tunggal, jadi dia merasa kesal ditagih sama petugas pajak itu," ujar Budi.

disadur dari situs detik news

Inilah Manfaat Air Dingin untuk Kecantikan
Herman Hery Tersangkut Masalah Hukum, PDIP Enggan Berikan Bantuan

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.