Skip to main content

Setelah Tahu ini, Kamu Masih Mau Pakai Deodoran?

Setelah Tahu ini, Kamu Masih Mau Pakai Deodoran?

winnetnews.com - Apabila kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan untuk menggunakan deodoran sehabis mandi, maka tidak disarankan oleh studi yang satu ini. Dilansir dari The List, faktanya 95 persen orang Amerika secara teratur menggunakan deodoran sehingga menjadi sebuah industri hingga triliunan rupiah. Lalu sebenarnya apa yang menjadi alasan bagi para peneliti ini untuk menghentikan kebiasaan yang satu ini?

Industri Baru

Deodoran dan antiperspirant merupakan sebuah industri baru yang berkembang sesudah abad ke-20. Bisa dibayangkan bahwa sebelum awal abad 20 tidak ada masyarakat yang menggunakan deodoran pada ketiak mereka dan hal tersebut tidak menjadi masalah yang serius.

Deodoran pertama diproduksi dengan merek dagang Mum pada tahun 1888, sedangkan antiperspirant pertama diluncurkan pada tahun 1903. Para pengiklan memanfaatkan wanita sebagai konsumen utama dan benar saja, ternyata cara ini berhasil sehingga penjualan deodoran meningkat mencapai $1 juta atau setara dengan Rp 1,3 miliar pada tahun 1927. Tidak hanya wanita, deodoran mulai digunakan oleh para pria pada tahun 1935.

Kamu Tidak Membutuhkan Deodoran

Bau badan ternyata muncul akibat bakteri yang hidup di ketiak memecah lipid dan asam amino yang ada pada keringat sehingga mengubahnya menjadi bau yang berbeda. Namun tahukah kamu, tidak semua orang menghasilkan bakteri penyebab bau ketiak dan mayoritas dari para pengguna deodoran adalah mereka yang tidak memiliki bau ketiak. Terutama sebagian besar masyarakat Asia Timur seperti Korea.

Mungkin Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Deodoran dan antiperspirant dibuat dengan menggunakan bahan kimia dan patut dipertanyakan dampaknya bagi kesehatan tubuh. Seringkali bahan kimia mengandung racun sehingga memunculkan masalah serius pada kulit.

Berpotensi Terhadap Kanker Payudara

Salah satu bahan kimia yang ditemukan pada deodoran adalah bahan yang berfungsi sebagai pengawet yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau, meniru estrogen di dalam tubuh yang menyebabkan perkembangan kanker payudara. Senyawa aluminium yang digunakan banyak antiperspirant untuk menghalangi saluran keringat yang menghasilkan bau juga ditemukan dapat meniru estrogen.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top