Siapa Sebenarnya Penderita Insomnia?
Foto: Getty Images

Siapa Sebenarnya Penderita Insomnia?

Senin, 10 Jul 2017 | 16:24 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Tidur nyenyak bukanlah hal yang mudah bagi penderita insomnia. Mereka perlu usaha untuk bisa memejamkan mata, meskipun hanya 10 menit saja. Dan sebuah rahasia agar bisa tidur nyenyak tentu akan sulit dilakukan untuk para penderita insomnia.

Menurut penelitan, kamu hanya butuh alasan bagus untuk bangun di pagi hari. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang merasa hidupnya memiliki tujuan cenderung mengalami insomnia dan gangguan tidur dalam waktu lama.

Meskipun para peneliti melihat orang dewasa yang lebih tua, yang umumnya kurang tidur daripada individu yang lebih muda, mereka yakin temuan ini cenderung berlaku untuk masyarakat luas.

Ilmuwan utama Dr. Jason Ong, dari Universitas Northwestern di AS, mengatakan: "Membantu orang menumbuhkan tujuan hidup bisa menjadi strategi bebas obat yang efektif untuk memperbaiki kualitas tidur, terutama untuk populasi yang menghadapi lebih banyak insomnia.

Tujuan hidup adalah sesuatu yang bisa dibudidayakan dan ditingkatkan melalui terapi kesadaran.

Peserta studi 823, yang memiliki usia rata-rata 79 tahun, menjawab serangkaian pertanyaan tentang tujuan hidup dan tidur.

Untuk tujuan survei kehidupan, mereka diminta untuk menilai respons mereka terhadap pernyataan seperti: Saya merasa baik saat memikirkan apa yang telah saya lakukan di masa lalu dan apa yang saya harapkan di masa depan.

Orang yang merasakan kehidupan mereka memiliki makna adalah 63% lebih kecil kemungkinannya mengalami sleep apnea, masalah pernapasan yang menyebabkan terbangun berulang-ulang di malam hari.

Mereka juga 52% lebih kecil kemungkinannya memiliki sindrom kaki gelisah, dorongan mendesak yang tak tertahankan untuk menggerakkan kaki.

Selain itu, keseluruhan kualitas tidur umum yang mereka tunjukkan agak tinggi.

Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah memperbaiki tujuan yang dirasakan dalam kehidupan melalui terapi mindfulness dapat menyebabkan tidur yang lebih baik, kata para ilmuwan yang temuannya dilaporkan dalam jurnal Sleep Science and Practice.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...