Sidang Rio Capella: Skenario Amankan Uang Ratusan Juta

Sidang Rio Capella: Skenario Amankan Uang Ratusan Juta

WinNetNews.com - Beberapa orang dipanggil untuk menjadi saksi kasus suap hakim PTUN Medan, Sumatera Utara. Salah satunya Fransisca Insani Raheti, yang merupakan kawan eks Sekjen NasDem Patrice Rio Capella.

Sebelumnya diketahui bahwa Sisca sempat bertemu dengan Rio untuk membahas uang imbalan pengamanan penyelidikan kasus dana bansos di Kejaksaan Agung senilai Rp 200 juta.

Disebutkan bahwa sekitar awal bulan Agustus 2015, setelah adanya pemanggilan oleh KPK terhadap pihak-pihak yang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT). Moh Yagari Bhastara guntur alias Gary menjadikan Fransisca Insani Rahest khawatir dapat merembet. Hal ini disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK Ahmad Burhanudin membacakan surat dakwaan Rio Capella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (9/11/2015).

Pertemuan Sisca dan Rio dilakukan di lobi Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jaksel. Pada pertemuan tersebut, Rio menyampaikan skenario untuk memutus mata rantai keterlibatan dirinya terkait pengembangan kasus suap hakim PTUN Medan, Sumut.

Dilansir dari detik,"Terdakwa mengatakan kepada Fransisca Insani Rahesti 'Sis yang paling aman buat kita berdua adalah kita membuat cerita begini: Aku (Patrice Rio Capella) tahu ada uang dari ibu Evy Susanti, tetapi aku minta kamu (Sisca) pegang dulu (menyimpannya), jadi sampai sekarang uang itu masih di kamus (Siska)'," ujar Rio kepada Sisca sebagaimana tertulis dalam dakwaan.

Selanjutnya pada pertengahan bulan Agustus 2015, Sisca kembali bertemu dengan Rio di VIP Room Restoran Dimsum 48 Gondangdia, Jakpus.

"Pada saat itu Fransisca Insani Rahesti menyampaikan keraguan atas skenario yang dibuat oleh terdakwa. Namun terdakwa mengatakan 'sis percaya aku, itu (skenario) udah paling benar, uangnya sudah aku siapin di dalam kotak sepatu LV'," ujar Rio dalam percakapan dengan Sisca.

Disebutkan juga bahwa Rio berusaha untuk menenangkan Sisca yang panik ketika itu. Rio meyakinkan bahwa skenario yang dirancangnya itu adalah yang paling tepat untuk menyelamatkan dirinya dan tidak membahayakan diri Sisca.

 

Uang ini dikembalikan melalui sopir Rio, Jupanes Karwa pada 24 Agustus 2015 ke Ciara Widi Niken, kakak Sisca di POM bensin Pancoran, Jaksel. Uang ini diserahkan ke penyidik KPK pada 25 Agustus 2015.

"Terdakwa juga menekankan skenario awal apabila terkait masalah uang dari Evy Susanti tersebut bermasalah, yaitu apabila Fransisca Insani Rahesti diperiksa KPK, maka Fransisca Insani Rahesti sebaiknya mengatakan bahwa uang dari Evy Susanti yang tadinya diserahkan kepada terdakwa, kemudian ditolak dan dikembalikan kepada Fransisca Insani Rahesti untuk selanjutnya akan dikembalikan ke Evy Susanti," papar Jaksa KPK Ahmad.

Jaksa KPK menyebut Rio (yang mundur dari NasDem dan DPR) memang berupaya membantu Gatot Pujo yang terseret dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Agung.

"Terdakwa mengetahui bahwa penerimaan uang sebesar Rp 200 juta adalah untuk mempermudah pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi," ujar Jaksa Ahmad.

Rio Capella terancam pidana dalam pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.