Signify Philips LED Diakui Sebagai Merek Lampu paling Populer Secara Digital dan Tradisional

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Signify Philips LED Diakui Sebagai Merek Lampu paling Populer Secara Digital dan Tradisional

Winnetnews.com - Lampu Philips yang merupakan bagian dari merek lampu milik Signify, selalu berhasil berhasil memenangkan hati konsumen. Baru-baru ini, Philips LED menjadi yang teratas dalam survei merek pencahayaan yang paling disukai dan paling populer di Indonesia secara digital, dalam Top Property Awards 2019 dan Digital Popular Brand Awards 2019.

Sejak memperkenalkan teknologi LED di tahun 2011, Philps terus menjadi pemimpin pasar dan menjadi merek yang menduduki top-of-mind konsumen di Indonesia. Selain dapat menghemat energi dan tahan lama, lampu Philips LED juga bebas kedip dan memiliki indeks renderasi warna yang tinggi, sehingga objek dapat dilihat dalam warna alami yang sebenarnya.

"Berkat inovasi dan kepemimpinan Signify, lampu bohlam Philips LED mengawali peralihan yang sukses ke pencahayaan LED dalam waktu kurang dari satu dekade lalu. Produk-produk Philips LED kami terus menjadi patokan bagi pencahyaan dan produk LED yang berkualitas," kata Rami Hajjar, Country Leader untuk Signify Indonesia.

"Fakta bahwa Philips LED keluar sebagai yang teratas dalam semua survei ini menunjukkan besarnya kepercayaan orang pada kami. Hasil ini meyakinkan kami bahwa kami telah memberikan solusi pencahayaan yang tepat bagi konsumen Indonesia," tambahnya.

Merek Philips pun menjadi yang pertama sebagai merek paling populer secara online untuk kategori produk lampu hemat energi (LHE) pada Indonesia Digital Popular Brand Awards 2019. Sementara, saklar listrik Philips juga dianugerahi Top Property Awards 2019.

"Philips adalah merek yang populer jauh sebelum era digital, dan saat ini Signify terus bekerja dengan konsumen online secara baik juga. Kepercayaan yang diberikan orang-orang pada merek kami tidak bisa dianggap enteng. Kami akan terus berinovasi dan menghadirkan berbagai solusi LED yang dapat menjawab kebutuhan konsumen, baik online atau tradisional, di Indonesia," tutur Rami.

Apa Reaksi Kamu?