Simak Mitos dan Fakta Terkait Masalah Cacingan
ilustrasi

Simak Mitos dan Fakta Terkait Masalah Cacingan

Selasa, 30 Jun 2020 | 09:35 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Infeksi cacing kerap dianggap sepele karena banyaknya mitos yang beredar mengenai masalah ini. Faktanya, cacingan tidak boleh dianggap sebuah masalah kecil karena beberapa hal. Simak mitos dan fakta seputar cacingan serta cara saling menjaga sesama dari masalah cacingan di sini.

Mitos dan fakta seputar cacingan

Infeksi cacing merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit, seperti cacing gelang, tambang, kremi, dan lainnya. Cacing-cacing tersebut dapat hidup di dalam usus. Yuk, cek fakta seputar cacingan untuk mematahkan mitos yang kerap beredar mengenai kondisi ini.

Cacingan tidak berbahaya

image0

Cacingan tidak berbahaya merupakan sebuah mitos yang harus dipatahkan dari awal. Infeksi cacing justru berbahaya apabila dibiarkan. Salah satu kesimpulan dari studi berjudul Parasitic Colitis adalah infeksi cacing pada saluran pencernaan dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif seseorang, termasuk stunting.

Cacingan menghambat perkembangan fisik dengan menyerap sejumlah nutrisi yang Anda makan. Salah satu contohnya adalah cacing menggunakan vitamin A untuk bertahan hidup. Jadi, nutrisi dari makanan yang dimakan mungkin akan diserap sebagian oleh parasit tersebut. Parasit di dalam sistem usus juga dapat menyebabkan anemia.

Kemudian, anak dengan cacingan pun memiliki daya konsentrasi yang mudah terganggu. Alhasil, sejumlah anak dengan gangguan cacingan tak mampu menyerap informasi dengan baik.

Kuku panjang memicu cacingan

Ada hal yang harus diluruskan dari mitos ini. Ukuran panjang kuku seberapa pun dapat menjadi media seseorang mengalami cacingan. Salah satu penyebab cacingan adalah kontak antara tangan dengan permukaan yang tidak disadari adanya telur cacing.

Telur cacing secara tidak disadari dapat menempel pada kuku berukuran panjang atau pendek. Misalnya, ketika seorang anak kecil menggaruk bagian tubuh yang dicemari oleh telur cacing. Jadi, fakta seputar cacingan yang harus diingat adalah segala ukuran panjang kuku dapat memicu cacingan apabila ada telur cacing yang menetap di sana.

Makan kelapa parut akan mengundang parasit ke dalam usus

Apakah betul makan kelapa parut akan menyebabkan cacingan? Ya, apabila telur cacing atau cacing yang masih kecil terdapat di kelapa parut. Apabila tidak ada telur cacing yang mencemari, makan kelapa parut saja tidak akan membuat seseorang mengalami cacingan.

Harap diingat, sajian apa pun dapat mengundang cacing ke dalam usus jika telah terkontaminasi telur cacing. Daging salmon di kedai makanan khas Jepang favorit memiliki kemungkinan tercemar oleh bayi cacing. Begitu juga dengan bistik sapi setengah matang yang suka disantap di restoran, seperti yang dilaporkan oleh National Health Security (NHS).

Perut buncit pertanda infeksi cacing

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tanda-tanda cacingan bersifat tidak spesifik, seperti:

  • Mual
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Nafsu makan menurun

Tanda cacingan yang terlihat nyata dan spesifik, seperti perut buncit, bisa menjadi pertanda bahwa infeksi justru telah berkembang menjadi parah. Jadi, betul, perut buncit merupakan fakta seputar cacingan. Akan tetapi, patut diingat bahwa infeksi ini mungkin sebaiknya segera dievaluasi oleh dokter supaya tidak berkembang menjadi komplikasi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...