Skip to main content

Sindikat Penyelundup Sabu, Gunakan Kertas Karbon untuk Kelabui Petugas

Sindikat Penyelundup Sabu, Gunakan Kertas Karbon untuk Kelabui Petugas
Sindikat Penyelundup Sabu, Gunakan Kertas Karbon untuk Kelabui Petugas

WinNetNews.com - Usaha penyelundupan sabu ratusan kilogram oleh jaringan narkoba Pakistan dilakukan dengan modus pengiriman mesin genset. Sindikat ini menggunakan kertas karbon agar lolos dari X-ray.

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso yang didampingi Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, mengungkapkan bagaimana usaha sindikat itu untuk mengelabui petugas bea cukai di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, saat gelar kasus di tempat kejadian perkara yaitu gudang CV Jeparaya Int di Dukuh Sorogenen, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2016), mengambil satu genset yang belum digeledah. Kemudian ia membuka kap mesin genset dan ditemukan bingkisan plastik berisi sabu.

Dijelaskan, dalam tutup kap tersebut ditempeli kertas karbon yang berfungsi menutup bagian mesin yang sudah berganti sabu sehingga tidak terdeteksi ketika dipindai mesin x-ray.

"Jadi pakai karbon diletakkan di sini untuk lolos dari x-ray," kata Buwas di lokasi penggerebekan.

Sementara itu, Heru Pambudi menjelaskan pengungkapan kasus ini terkait dengan penyelundupan narkoba dari Guangzhou, China ke Indonesia oleh sindikat Pakistan 6 bulan lalu. Komplotan ini mengirim barang pada 17 Desember 2015. Importirnya adalah CV BT yang berada di Semarang.

Petugas bea cukai berhasil membongkar adanya sabu di mesin genset itu meski barang haram itu tidak terdeteksi x-ray. Hal itu terungkap karena tim Ditjen Bea Cukai Jateng-DIY melakukan cek langsung.

"Meski di x-ray tidak tembus, masih ada cek, ditarik tuasnya. Kalau isinya oli pasti gampang, kalau bukan oli ya tidak bergerak," kata Heru.

"Pemberitahuannya (ke bea cukai) 278 karton terdiri dari 192 karton mesin dan 86 karton air filter," tambah Heru.

Air filter tersebut digunakan tersangka untuk mengelabui petugas Bea Cukai saat dilakukan pemeriksaan di kompleks Industri Citra Blok 9 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tanggal 20 Januari 2016 agar terlihat seperti pengiriman barang normal. Meski ditutup-tutupi, aksi kriminal ini terkuak.

Petugas menelusuri komplotan dan mengikuti pengiriman barang. Akhirnya, Rabu (27/1) kemarin, BNN dan Bea Cukai menggerebek gudang tempat penyimpanan sabu milik komplotan tersebut. Sejauh ini, 100 kg sabu ditemukan. Sisanya masih ada di 100 genset.

8 Orang dijadikan tersangka. Empat di antaranya WN Pakistan. Sisanya WNI. Hingga saat ini, BNN masih mengembangkan kasus ini.

Sumber: Detik

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top