Singapura Larang Iklan Minuman Manis Untuk Cegah Penyakit Ini
ilustrasi

Singapura Larang Iklan Minuman Manis Untuk Cegah Penyakit Ini

Sabtu, 19 Okt 2019 | 14:10 | Rusmanto
Winnetnews.com - Sebuah langkah besar dilakukan oleh negara tetangga Singapura. Mereka kini menjadi negara pertama yang melarang iklan minuman manis. Peraturan ini akan berlaku mulai tahun 2020 mendatang.

Singapura Melarang Iklan Minuman Manis

Keputusan untuk melarang iklan minuman manis ini ternyata disebabkan oleh keprihatinan pemerintah Singapura terhadap kasus diabetes yang cukup tinggi di negara tersebut. Ditengarai, salah satu penyebab tingginya kasus masalah kesehatan ini terkait dengan kegemaran mengonsumsi minuman manis yang tinggi kandungan gula.

Iklan minuman manis ini dilarang beredar di media cetak, media online, hingga televisi. Minuman-minuman manis ini berupa minuman bersoda, jus, kopi, hingga minuman yoghurt.

Sebelum memutuskan untuk memberlakukan kebijakan yang sangat tidak biasa ini, pemerintah Singapura ternyata melakukan survey untuk mengetahui pendapat masyarakat terkait dengan hal ini. Hasilnya adalah 70 persen orang yang terlibat dalam survey ini setuju pelarangan iklan minuman manis.

Salah satu menteri di pemerintahan Singapura, Edwin Tong menyebut meski peraturan ini sudah pasti akan diberlakukan, pihaknya akan terus mengumpulkan pendapat baik itu dari pihak masyarakat maupun dari pihak industri terkait dengan hal ini selama beberapa bulan.

Tak hanya melarang iklan minuman manis, pemerintah Singapura juga meminta produsen minuman manis mencantumkan label nutrisi dengan warna mencolok. Isi dari label ini bisa dijadikan patokan konsumen untuk mengetahui kadar gula dan nutrisi lainnya. Selain itu, pemerintah Singapura juga mendesak produsen untuk membuat produk makanan atau minuman yang lebih sehat.

Selain itu, di masa depan pemerintah Singapura juga akan memberlakukan cukai atau bahkan melarang minuman dengan tambahan pemanis di negara tersebut demi memerangi diabetes.

Data yang dikeluarkan oleh Diabetes Foundation pada 2017 silam menunjukkan bahwa 1 dari 7 masyarakat Singapura mengidap diabetes. Sementara itu, WHO menyebut orang yang mengonsumsi satu atau dua minuman manis kalengan setiap hari memiliki risiko terkena diabetes 26 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsinya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...