Siyono Tewas Akibat Benturan di Kepala dan Pendarahan

Rusmanto
Senin, 14 Maret 2016 16:23 WIB
Oleh Rusmanto pada Senin, 14 Maret 2016 16:23 WIB
Image Siyono Tewas Akibat Benturan di Kepala dan Pendarahan

WinNetNews.com - Polisi menyebut Siyono yang tewas setelah ditangkap aparat Densus 88 berasal dari kelompok terorisme Neo Jamaah Islamiyah (Neo JI). Ia tewas akibat benturan di bagian kepala dan pendarahan dalam perkelahian dengan Densus 88.

"Kami menerima jenazah di RS Kramatjati pada Jumat (11/3) pukul 01.00 WIB. Kami langsung melakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan scan kepala," kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapus Dokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi saat menggelar jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2016).

"Kami dapatkan luka memar di kepala bagian belakang. Kami juga temukan pendarahan di rongga kepala bagian belakang. Ini karena benturan benda tumpul," ujarnya.

Selain itu, kata Arthur, hasil visum menunjukkan ada beberapa luka memar di wajah, tangan dan kaki Siyono.

"Tetapi penyebab kematian adalah karena terjadi pendarahan bagian kepala belakang karena benturan benda tumpul," ucapnya.

Selain Siyono, Arthur menambahkan visum dilakukan kepada anggota Densus di RS Bhayangkara Yogyakarta pada Kamis (10/3) sekitar pukul 14.30 WIB. "Luka memar pada samping kiri mata kiri. Ada luka memar leher kiri dan kanan. Luka gores pada lengan bawah kiri dan lengan bawah kanan," kata Arthur menjelaskan kondisi anggota Densus tersebut.

disadur dari situs detik news

Minyak Zaitun Cegah Keriput dan Garis Halus
Wow…!!! 5 Olahraga Ini Aneh Dan Unik

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.