Skip to main content

Skenario Polisi Amankan Demo 4 November Dinilai Berlebihan

Skenario Polisi Amankan Demo 4 November Dinilai Berlebihan
Skenario Polisi Amankan Demo 4 November Dinilai Berlebihan

WinNetNews.com - Demo menuntut ditegakannya proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki T purnama (ahok) atas kasus penistaan agama, direncanakan akan berlangsung pada Jumat (4/11/201). Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengawal aksi demo tersebut agar berlangsung damai.

Berbagai persiapan mulai dari penurunan sejumlah personel kepolisian, hingga rencana penggunaan jubah dan sorban oleh personel pengamanan demo, sudah dirancang sedemikian rupa. Namun tampaknya hal ini dinilai berlebihan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.

Menurut Neta, dalam situasi apapun Polri tidak boleh bersikap berlebihan (lebay) dan harus mampu menjaga profesionalismenya serta harus bersikap proposional.

Neta menambahkan bahwa tidak ada ketentuan yang memperbolehkan anggota polisi mengenakan jubah dan sorban dalam melakukan tugas pengamanan.

"Sebab, anggota Polri adalah anggota kepolisian nasional dan bukan anggota polisi keagamaan tertentu," ungkap Neta.

Neta pun menjelaskan alasan penolakan rencana anggota polisi berpakaian selayaknya umat Islam tersebut. Pasalnya, apabila terjadi kericuhan saat aksi demonstrasi tersebut, dapat menjadi polemik keagamaan.

"Jika terjadi bentrok dalam aksi demo itu akan muncul kesan bahwa massa keagamaan tertentu bentrokan dengan polisi keagamaan tertentu. Ini akan merusak bangsa Indonesia ke depan," tandasnya.

Rencana Polri menerjunkan ratusan personel Brimob dengan jubah dan sorban itu awalnya untuk mengantisipasi bentrok masa dengan kepolisian. Karena ketika polisi memakai jubah dan sorban, dianggap berada bersama untuk mengawal rakyat. Sehingga skenario tersebut awalnya dianggap bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, pada demo besar masal yang akan berlangsung Jumat esok.

Demo yang rencananya akan berlangsung pada Jumat di Istana Negara, memang saat ini sedang menjadi perhatian publik. Presiden Joko Widodo bahkan, mengundang lembaga swadaya dan organisasi masyarakat Islam, yaitu Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama ke Istana Kepresidenan, Selasa, 1 November 2016, untuk mendengar masukan mereka terkait aksi tersebut.

Aksi unjuk rasa damai itu terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang ditujukan kepada Ahok, pasca pidato kontroversialnya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu akhir September 2016 lalu. Inti dari demo tersebut adalah menuntut agar pemerintah serius menangani proses hukum kasus tersebut.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top