Skuadron F-5 Tiger TNI AU Akan Diganti Sukhoi Terbaru

Skuadron F-5 Tiger TNI AU Akan Diganti Sukhoi Terbaru

Sabtu, 20 Feb 2016 | 19:18 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengisyaratkan pemerintah Republik Indonesia tetap akan membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan skuadron F-5 Tiger TNI Angkatan Udara yang uzur.

Ryamizard mengatakan penandatanganan kontrak pembelian Su-35 akan dilakukan di Rusia, negara asal jet tempur itu, dalam waktu dekat.

“Nanti (teken kontrak) di Rusia. Saya kan mau ke Rusia. Ada undangan untuk seminar sekalian di sana,” kata Ryamizard. Ia menyatakan proses pengadaan Su-35 terus berjalan.

Harga satu unit Su-35 diperkirakan US$65 juta atau sekitar Rp951 miliar. Soal pembiayaan pesawat supermahal ini, bebepa waktu lalu Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto berkata, “Pembayaran dilakukan oleh pemerintah, tepatnya Kementerian Pertahanan. Mau dibayar tunai atau dicicil, terserah. Pokoknya dibayar sampai satu skuadron terpenuhi,” kata Dwi.

Soal kenapa pemerintah Indonesia memilih Sukhoi sedangkan ada pula tawaran dari Lockheed Martin Amerika Serikat yang menyodorkan F-16 Viper dan Saab Swedia yang menyodorkan paket hemat Gripen, Ryamizard berkata, “F-16 sudah banyak, ada 30-an.”

 

Sukhoi Su-35 diincar TNI AU sejak lama. “Mimpi semua prajurit AU ialah punya pesawat tempur tercanggih saat ini,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, akhir 2015.

Sukhoi mengklasifikasikan jet baru mereka itu sebagai pesawat generasi keempat++ dengan kecanggihan teknologi nyaris setara dengan pesawat siluman generasi kelima buatan AS, F-22 Raptor.

“Kami (TNI AU) beli pesawat tergantung uang pemerintah, tapi kami punya pilihan. Kalau boleh, ya beli Su-35. Kami punya Su-27, Su-30. Konsep beli pesawat itu harus baru, lengkap, dan satu tingkat di atas yang sudah ada, sehingga peralatannya lebih modern,” kata Dwi kepada CNNIndonesia.com.

Pembelian pdengan teknologi lebih mutakhir diklaim Dwi juga untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang. “Kalau beli yang sama, tidak ada peningkatan,” kata mantan Asisten Deputi Koordinator Strategi Politik Luar Negeri Kementerian Politik Hukum dan Keamanan itu.

Jika anggaran negara cukup, ujar Dwi, beli sekalian enam sampai delapan Sukhoi. "Kalau bisa satu skuadron Su-35. Kalau punya itu, kami tenang jaga kedaulatan udara RI."

Pemilihan Su-35, imbuh Dwi, bukan tanpa alasan. “Kami diuntungkan pernah melaksanakan pemeliharaan pesawat sejenis, dari Su-27, Su-30. Ini kan satu rumpun.”

TNI AU sesungguhnya juga mempertimbangkan F-16 Viper. “(Bisa) F-16 tapi yang sudah Blok 70 sehingga peralatannya sudah modern. Jadi kalau F-16 yang Blok 70, kalau Sukhoi yang Su-35,” ujar Dwi.

Dwi berharap pesawat baru tersebut bisa secepatnya datang karena F-5 TNI AU sudah waktunya pensiun. Armada F-5 Tiger itu sudah beroperasi sejak tahun 1980-an.

“Harus ada penggantinya. Kami tunggu pemerintah, tapi kami harapkan di program rencana strategi 2015-2019 ini, pesawat-pesawat baru sudah berdatangan,” kata Dwi.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...