Sleep Apnea Bisa Memperburuk Gejala COVID-19?
ilustrasi

Sleep Apnea Bisa Memperburuk Gejala COVID-19?

Senin, 11 Jan 2021 | 16:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Satu tahun sudah masyarakat di dunia berjuang melawan virus corona. Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian yang mampu menemukan obat untuk menyembuhkan virus mematikan tersebut.

Para peneliti justru menemukan hal sebaliknya, yang membuat pandemi COVID-19 semakin mengkhawatirkan. 

Salah satu temuan tersebut mengatakan, penderita sleep apnea yang terkena COVID-19 akan mengalami gejala yang lebih parah.

Fakta Sleep Apnea Bisa Memperburuk Gejala COVID-19

image0

Sleep apnea merupakan gangguan kesehatan yang membuat penderitanya mengalami gangguan pernapasan saat tidur. 

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi tersebut akan menyebabkan henti napas pada penderitanya.

Melansir Very Well Health, studi yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine and Disorders International Journal mengatakan bahwa sejumlah besar pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 juga menderita obstructive sleep apnea (OSA). 

Hal senada juga diungkap oleh para peneliti dari Turku University Hospital, Finlandia, yang memeriksa rekam medis dari 279 pasien COVID-19. Mereka menemukan, 29 persen dari pasien tersebut mengalami sleep apnea.

Tidak berhenti di situ. Studi yang tercatat dalam Journal of Clinical Sleep Medicine juga mengatakan, sleep apnea berpotensi memengaruhi keparahan hipoksia, kadar oksigen tubuh sangat rendah, pada pasien COVID-19. 

Menanggapi berbagai temuan tersebut, dr. Devia Irine Putri angkat bicara. Berdasarkan pada penelitian yang ada, dr. Devia mengatakan bahwa orang yang punya sleep apnea memang bisa mengalami gejala COVID-19 yang lebih parah.

“Karena sleep apnea itu sendiri biasanya didasari oleh kondisi lain, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit komorbid lainnya; juga umumnya terjadi pada orang lanjut usia,” ucap dr. Devia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...