SMP 114 Jakarta Utara Gagal Gelar UN Berbasis Komputer

SMP 114 Jakarta Utara Gagal Gelar UN Berbasis Komputer

WinNetNews. com - SMP 114 Jakarta gagal menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Akibatnya, para siswa menjalani ujian dengan cara konvensional, menggunakan kertas dan pensil. Kegagalan UNBK ini karena kurangnya komputer di sekolah tersebut.

Fakta tersebut terungkap saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memantau ujian nasional hari pertama di sekolah yang berada di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, itu, Senin (9/5).

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Budi Sulistiono mengatakan, ketersediaan komputer yang terbatas merupakan penyebab gagalnya pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut.

Satu laboratorium di SMP 114 hanya terdiri dari 40 komputer. Padahal, kata Budi, jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK di sekolah tersebut berjumlah 328 orang.

Budi menuturkan, jika UNBK tetap dipaksakan berjalan ujian harus digelar dalam beberapa pembagian waktu. Persoalannya, kata dia, metode itu akan memakan waktu lama. "SMP 114 belum siap," ujarnya.

Di tempat lain, Anies berkata, jumlah sekolah yang menerapkan UNBK meningkat pada tahun 2016 ini. Ia berkata, tahun lalu hanya 41 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

Tahun ini, ucap Anies, angka itu meningkat menjadi 984 sekolah. Khusus di Jakarta, SMP yang menggelar UNBK berjumlah 108 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 17.102 siswa.

"Ada lonjakan kira-kira 2.300 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata dia.

UN tingkat SMP dan Madrasah tsanawiyah akan berlangsung 9 hingga 12 Mei mendatang. UNBK akan digelar 984 SMP di seluruh Indonesia.

Di Jakarta, UNBK dilaksanakan 108 SMP dengan jumlah peserta berjumlah 17.102 siswa. Sementara itu ujian nasional berbasis kertas dan pensil diselenggarakan 52.630 sekolah dan diikuti 4.052.068 siswa.

Terkait dengan penjagaan soal ujian di SMP 114, Budi mengatakan, pengiriman soal dari Jawa Timur dilakukan dengan pengawalan personel kepolisian. Sesampainya di Jakarta, soal-soal itu dikawal anggota Polda Metro Jaya hingga akhirnya tiba di sekolah.

Soal ujian nasional tiba di SMP 114 Jumat (6/5) pekan lalu. "Kami simpan soal-soal di gudang, lalu digembok dan disegel biar tidak ada kebocoran," tuturnya. 

Sumber dari CNNIndonesia