Soal Definisi Reklamasi, Pengamat Tata Kota: Anies Tak Usah Berkelit

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Soal Definisi Reklamasi, Pengamat Tata Kota: Anies Tak Usah Berkelit (Foto: tirto.id/Andrey Gromico)

Winnetnews.com - Anies Baswedan pernah menyebutkan bahwa kawasan reklamasi bukan termasuk pulau. Mengenai hal itu, Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna mengkritisi pernyataan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurut dia, sebaiknya Anies lebih fokus menyelesaikan peraturan daerah berkenaan dengan reklamasi ketimbang berkelit di balik pernyataannya.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, menurut Anies, yang disebut pulau adalah daratan yang terbentuk secara alami bukan buatan. Sementara Anies menyebut daratan yang dibuat manusia adalah pantai.

"Harusnya Pak Anies memahami makna reklamasi yang sebenarnya yang selama ini definisinya sudah sering dikemukakan. Jangan membuat definisi baru lagi," ujar Yayat, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (25/6/2019).

Yayat Supriyatna (Foto: Detikcom)

Yayat  mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 1995, definisi reklamasi adalah pembuatan pulau yang menyatu dengan daratan. Dengan kata lain, ada penambahan daratan dengan menguruk pantai/ hutan mangrove. Kemudian, jelas Yayat, konsep pertama itu diprotes oleh Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim yang pada hasilnya memisahkan antara keduanya.

"Sehingga, ada pemisahan menjadi pulau. Jadi, dia terpisah dengan daratan. Jadi, kalau namanya pulau, ya, pulau reklamasi," terang Yayat. Yayat menambahkan daripada berkelit di balik narasi, akan lebih baik bagi Anies untuk membuat payung hukum.

Apa Reaksi Kamu?