Soal Penataan Tanah Abang, Sandiaga Klaim Lebih Baik Dari Jokowi dan Ahok
Sumber foto : Istimewa

Soal Penataan Tanah Abang, Sandiaga Klaim Lebih Baik Dari Jokowi dan Ahok

Sabtu, 23 Jun 2018 | 16:08 | Oky

Winnetnews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim pembenahan Tanah Abang yang dilakukannya sekarang lebih baik dari era Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Sejauh ini penataan itu memicu perdebatan karena dianggap menabrak aturan, khususnya soal penutupan Jalan Jatibaru. Namun menurut Sandi, penutupan itu merupakan fase awal pembenahan Tanah Abang.

Selanjutnya ia akan membangun sky bridge , revitalisasi Blok G dan transit oriented development (TOD).

Konsep itu, klaimnya, lebih baik karena akan membuat para pedagang kaki lima (PKL) ramai pengunjung.

"Dulu Tanah Abang zaman Presiden Jokowi jadi Gubernur, [PKL] ditata, dipindahkan ke Blok G di atas. Saya lihat dengan mata kepala sendiri. Kios-kios kosong. Mereka pindah ke bawah [jalan raya] karena enggak dapet omzet, pengguna KRL dan pengunjung enggak ke atas. [Akhirnya] tempat kosong enggak terawat. Zamannya Basuki-Djarot, mereka ditertibkan. Terlihat Pemprov fokus penertiban," kata Sandi dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com dan CNN Indonesia TV di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu.

Nantinya, Sandi melanjutkan, dengan sky bridge, TOD, dan pasar Blok G yang lebih prima pengunjung akan diarahkan ke kios pedagang.

Para penumpang KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT akan melewati lapak pedagang di sepanjang sky bridge dan pasar Blok G.

Sandi yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menilai kebijakan pemerintahan sebelumnya yang berfokus pada penertiban sangat tidak efektif. Pasalnya setelah ditertibkan, para PKL kembali lagi berdagang di emperan jalan.

"Jadi ini madness kalau enggak diputus siklusnya. Apa yang kita lakukan sementara ini menghadirkan ruang usaha buat mereka. Sehingga Satpol PP dan Dishub enggak perlu terus berhadap-hadapan dengan mereka [PKL]," lanjut Sandi.

Sandi menambahkan, Dinas UMKM dan dinas terkait lainnya sedang merumuskan untuk mendorong ekonomi PKL tanpa harus menabrak aturan lain.

Sebagai mantan pengusaha, Sandi melihat PKL sebagai potensi ekonomi yang bisa berkembang. Meski berada di garis ekonomi prasejahtera, usaha perekonomian mereka aktif dan bergeliat.

Ia pun meminta penutupan sementara Jalan Jatibaru dipahami dari sudut pandang tersebut.

"PKL di Tanah Abang ikonik banget, seru banget [pemberitaannya]. Padahal PKL enggak cuma di Tanah Abang. Paling menarik justru di saat mal-mal sepi, kurang pengunjung, Tanah Abang jadi magnet, daya tarik, dan menjadi satu berkah menurut saya," tutur Sandi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memantik perdebatan usai menutup Jalan Jatibaru. Mereka dinilai mengubah fungsi jalan di luar yang diatur oleh perundang-undangan.

Namun Anies-Sandi bersikukuh tetap menutup jalan itu, bahkan setelah Ombudsman memintanya kembali dibuka.

Mereka berencana membangun kembali Tanah Abang lewat tiga tahap. Tahap pertama adalah penutupan Jalan Jatibaru, kedua adalah pembangunan sky bridge dan revitalisasi Blok G, lalu ketiga pembangunan TOD.

Ombudsman menilai penutupan Jalan Jatibaru mengandung maladministrasi dan Pemprov DKI gagal menjalankan rekomendasi mereka. Itu dibantah Sandi, dengan dalih akan mulai pengerjaan sky bridge Tanah Abang usai Lebaran.

Rencananya sky bridge mulai dikerjakan Agustus 2018 dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.

"Kita akan buka setelah sky bridge selesai, sekitar dua sampai tiga bulan," ujar Sandi saat ditemui di di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Jakarta, Kamis (7/6). 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...