Soal Tragedi Penembakan di Sumsel, Kapolri Akui Kekurangan Alat Non-Lethal Weapon

Zulkarnain Harahap
Jumat, 21 April 2017 16:22 WIB
Oleh Zulkarnain Harahap pada Jumat, 21 April 2017 16:22 WIB
Image Soal Tragedi Penembakan di Sumsel, Kapolri Akui Kekurangan Alat Non-Lethal Weapon
Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Tragedi penembakan satu mobil di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, merupakan peristiwa yang disesalkan oleh Polri. Sebabnya, peristiwa itu mesti menghilangkan nyawa satu orang dan yang lainnya terluka parah. Ditambah lagi, salah satu korban merupakan anak-anak.

"Ini menjadi atensi kita," ungkap Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian di sela-sela pemberian penghargaan kepada Aiptu Sunaryanto di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Menurut Tito, salah satu titik perhatian ke depan bagi institusinya adalah rencana penambahan pengadaan alat non-lethal weapon .

"Ada program untuk meningkatkan jumlah alat yang tidak mematikan bagi Polri, seperti barrier yang dapat menggemboskan ban kendaraan agar berhenti" ujar Tito.

Mantan Kapolda Polda Metro Jaya ini kembali menambahkan bahwa sebagai pemegang pucuk pimpinan kepolisian, ia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan mendekonstruksi peralatan-peralatan yang dimiliki.

"Sekali lagi saya sebagai Kapolri meminta maaf dan peralatan-peralatan yang tidak mematikan, yang akan diperbanyak di Polri" pungkas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

Perubahan Ini yang Terjadi Jika Anak Terpapar Pornografi
Sesi II: IHSG Ditutup Turun 149 Poin ke Level 6.079

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.