Solusi PM Najib Soal Penculikan oleh Kelompok Abu Sayyaf

Solusi PM Najib Soal Penculikan oleh Kelompok Abu Sayyaf

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa hal saat bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, salah satunya soal maraknya penculikan di perairan Sulu oleh Kelompok Abu Sayyaf. Jokowi ingin perjanjian trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina bisa segera dilakukan.

Merespon permintaan Presiden Jokowi, PM Najib mengaku sudah menyiapkan skema patroli bersama yang bisa dilakukan di perairan Sulu. Dia yakin, bila ketiga negara mengerahkan pasukan untuk patroli dan dengan beberapa strategi lain, akan menekan angka penculikan di perairan Sulu.

PM Najib menyebut, salah satu strategi untuk menekan angka penculikan di perairan Sulu adalah dengan 'Eye in The Sky'. Najib tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksudnya 'Eye in The Sky', namun bila mengacu pada beberapa kisah di dunia militer, 'Eye in The Sky' sering dianalogikan sebagai drone yang terus bersiaga mengawasi sebuah wilayah.

Seperti diketahui, dalam 3 bulan terakhir marak terjadi penculikan di perairan Sulu oleh Kelompok Abu Sayyaf. Sayangnya, WNI menjadi sasaran utama para penculik dan akhirnya meminta uang tebusan dengan nilai fantastis.