Sopir Angkot Bongkar Kelakuan Kepala dan Personil Dishub Didepan Anies
Sumber : Istimewa

Sopir Angkot Bongkar Kelakuan Kepala dan Personil Dishub Didepan Anies

Senin, 22 Jan 2018 | 18:00 | Oky

Winnetnews.com - Personil Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta dinilai sangat arogan terhadap para sopir angkot yang biasa beroperasi di kawasan Tanah Abang, Jakara Pusat.

"Dinas Perhubungan selama ini arogan bertindak sama sopir angkot," ujar salah satu sopir angkot Mikrolet M 08 Tanah Abang-Kota, Simbolon saat berdemo bersama ratusan pengemudi angkot, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Arogansi petugas Dishub DKI itu kata dia tampak jelas saat mereka menertibkan angkot-angkot yang kerab 'ngetem' di pinggir jalan sekitaran Pasar Tanah Abang.

Para petugas Dishub DKI dikatakan kerap menendang mobil, memecahkan kaca, dan menghalangi penumpang yang hendak naik angkot.

Tidak hanya itu, arogansi lain menurut dia justru ditunjukan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Ansyah dalam salah satu pertemuan pada tahun 2015 lalu.

Simbolon mengaku bahwa saat itu, dirinya mengeluhkan soal banyaknya angkot 'bodong' di kawasan Tanah Abang kepada Andri Ansyah. Alih-alih memberikan solusi, Kadishub malah berkata seenaknya.

"Saya sudah pernah ngobrol sepintas dengan Pak Kepala Dinas Perhubungan pada saat saya rapat dengan dia tahun 2015. Pertanyaan saya berapa unit Tanah Abang-Kota sebenarnya. Dia jawab, 'oh itu bukan urusan saudara'. Loh ngapain kita rapat kalau enggak ada gunanya saya bilang. Tapi ingat suatu saat kita akan ketemu," urainya berkeluh-kesah.

Padahal, menurut dia, hanya ada 213 angkot yang terdaftar dan mengantongi izin resmi. Namun kenyataannya, angkot yang biasa beroperasi di Tanah Abang bisa mencapai 350 unit lebih. Sisanya menurut dia hanyalah angkot bodong. Simbolon pun menuntut Andri Ansyah untuk segera menertibkan angkot yang katanya sudah mengurangi penghasilan para sopir yang sudah membayar pajak.

"Kami tuntut pada Pak Kepala Dinas Perhubungan. Ini bukti trayek bodong, (sambil mengacungkan secarik kertas berisi daftar plat nomor angkot) ini bukti yang ada saja," tegasnya.

Adapun keluhan lain disampaikan Simbolon adalah ada dugaan pencurian yang dilakukan oleh oknum dari petugas Dishub DKI.

"Angkot ini sering dikandangi dan sering kehilangan. Kadang-kadang tv-nya, bannya, kadang-kadang sampai harga diri mau hilang. Jadi ini harus dipertanggungjawabkan seorang Kepala Dinas Perhubungan," pungkasnya.

Ratusan sopir angkot yang biasa beroperasi di daerah Tanah Abang menggeruduk Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin.

Pemprov DKI Jakarta menutup sebagian ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif.

Kebijakan ini diambil Pemrov DKI karena mau menata kawasan Pasar Tanah Abang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...