(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sopir Lamborghini Bantah Kebut-Kebutan

Rusmanto
Rusmanto

Sopir Lamborghini Bantah Kebut-Kebutan
WinNetNews.com - Insiden maut yang melibatkan Lamborghini Gallardo di jalan Kertajaya, Surabaya pada Minggu (29/11) kemarin masih ramai dibicarakan. Tarik ulur mengenai insiden yang menewaskan seorang pria bernama Kuswanto itu begitu menarik perhatian publik. Terbaru, pihak Wiyang Lautner malah memasang iklan dan seolah mengancam media.

Sebelumnya, publik memang sempat dibuat murka dengan aksi pemuda berusia 24 tahun itu. Di mana banyak saksi mata menyebutkan kalau Wiyang memacu Lamborghini miliknya dengan kecepatan tinggi pada Minggu pagi itu lantaran terlibat aksi kebut-kebutan dengan mobil Ferrari yang akhirnya kabur. Namun karena kehilangan kendali, Wiyang pun menabrak warung STMJ milik Mujianto yang malangnya menewaskan Kuswanto di tempat.

Seolah ingin menampik bahwa dirinya terlibat kecelakaan, pihak Wiyang pun memasang sebuah iklan di media cetak Jawa Pos. Iklan yang juga diposting ulang oleh teman Wiyang, Ezra Yonathan, di akun Instagramnya itu menjelaskan beberapa poin bahwa insiden yang terjadi pekan lalu cuma musibah semata. Tak hanya itu, pihak Kuasa Hukum Wiyang, Amoz HZ Taka & Associates juga menghimbau media yang memberitakan kabar negatif soal Wiyang.

image0

 

"Bahwa kondisi klien kami pada saat kecelakaan hari Minggu (29/11) dalam keadaan sehat sesuai tes laboratorium RS Bhayangkari, sehingga kecelakaan yang terjadi adalah benar-benar musibah yang setiap orang dapat mengalaminya. Kejadian kecelakaan itu bukan ajang kebut-kebutan atau balapan. Bahwa karena kondisi jalan di sekitar jalan Manyar Kertoarjo tergenang air habis turun hujan (kondisi jalan licin)," tulis pengumuman itu.

Iklan itu juga menjelaskan bahwa musibah kecelakaan diawali dengan selip ban mobil Lamborghini dengan nomor polisi B 2258 WM itu. "Mobil terbentur trotoar mengakibatkan roda kanan belakang terkunci sehingga laju kendaraan di luar kendali klien kami. Antara klien kami dengan korban sudah terjadi kesepakatan, bahwa kejadian tersebut adalah musibah dan terjadi perdamaian."

Setelah menjelaskan panjang lebar, rupanya Kuasa Hukum Wiyang itu menghimbau sekaligus mengingatkan media cetak, media elektronik (termasuk pengguna sosial media), masyarakat (perusahaan, individu) agar tak memberi pemberitaan negatif tanpa bukti kuat. Tak main-main, Amoz HZ Taka & Associates pun menegaskan jika pemberitaan negatif yang ditujukan pada Wiyang berlanjut, mereka akan menempuh jalur hukum pada siapapun. Hmm, gimana menurutmu soal kasus mas Wiyang ini?

disadur dari situs kapanlagi  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});