Skip to main content

Sopir Truk ini Memilih Dipenjara Daripada Bayar Denda Tilang

Sopir Truk ini Memilih Dipenjara Daripada Bayar Denda Tilang
Sopir Truk ini Memilih Dipenjara Daripada Bayar Denda Tilang

WinNetNews.com - Pernahkah kamu melanggar aturan lalu lintas? Terkena razia polisi lalu lintas dan takut ditilang? Sebagian besar orang Indonesia lebih memilih untuk memberikan uang damai ketika melakukan pelanggaran dan ditilang oleh polisi lalu lintas. Tapiberbeda dengan sopir yang satu ini.

Baca juga: Polda Metro Buka Sistem Satu Pintu untuk Pembuatan SIM

Seorang sopir truk Fuso roda enam lebih memilih dipenjara daripada harus membayar denda yang dijatuhkan oleh pengadilan Negeri (PN) Bantul kepada dirinya. Sopir berinisial SG ini telah disidang pada 18 Mei 2016 dan dijatuhi Pasal 307 undang-undang lalu lintas. Hakim memutuskan agar dia membayar denda Rp. 199.000 dan biaya perkara Rp. 1000 sehingga total denda yang harus dibayarkan adalah Rp. 200.000. Sesuai dengan putusan hakim denda itu pun bisa diganti dengan kurungan penjara satu hari.

Baca juga: Pelaku Penganiaya Polisi diduga Dalam Pengaruh Obat-obatan dan Minuman Keras

SG yang berasal dari Kecamatan Lendah, Kulonprogo, ditilang oleh polisi saat melintas kawasan Bantul. Ia ditilang karena angkutan barang yang dibawa tidak disertakan dengan dokumen kendaraan. Pelanggaran yang dilakukan oleh SG ini masuk ke dalam Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sehingga pada saat sidang perkara digelar tidak mengharuskan adanya terdakwa hadir di tempat sidang. Akan tetapi putusan terhadap SG pun tetap dijatuhkan.

Saat mendatangi PN Bantul, SG langsung diberi tahu bahwa ia harus membayar denda yang telah dijatuhkan. Mengetahui telah dikenai denda, SG enggan membayar melainkan memilih kurungan di rutan.

Adapun pelaku tipiring, macam pelanggan lalu lintas yang memilih kurungan di rutan, memang baru pertama kali terjadi di Bantul. Menurut Supandrio, sejauh ini ia tak pernah menjumpai kasus serupa sebelumnya.

Baca juga: KTP Akan Bisa Rekam Jejak Kriminal Warga

Bagaimana jika kamu yang mengalami kasus serupa seperi sopir truk fuso ini? Apakah kamu memilih untuk berdamai dengan polisi? Mengikuti sidang dan kemudian membayar denda yang diputuskan oleh hakim? Atau kamu memilih untuk menjalankan kurungan penjara? Semua pilihan di kamu lho! Yang terpenting usahakan sebaik mungkin agar tidak melanggar peraturan lalu lintas, karena peraturan sejatinya dibuat untuk keamaanan dan keselamatan bersama.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top