Skip to main content

Sosok N yang Diduga Terkait dengan Penyiraman Air Keras Kepada Novel Baswedan

Sosok N yang diduga memiliki kaitan dengan penyiraman air keras kepada Novel BaswedanScreenshoot: Zool WNN
Sosok N yang diduga memiliki kaitan dengan penyiraman air keras kepada Novel BaswedanScreenshoot: Zool WNN

WinNetNews.com - Satu nama telah disebut oleh Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian. Nama yang disebut oleh mantan Kepala BNPT itu, diduga terkait dengan penyiraman air keras terhadap penyidik tetap Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan pada Selasa subuh (11/04/2017) silam.

"Sudah ditangkap dan sudah dicek semua apa yang dia (Niko-red) sebutkan itu, dicek bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan (oleh Novel padanya) atau ada keterangan palsu sudah dicek, juga saksi-saksi," kata Tito di pintu masuk Stadion PTIK, Jakarta, Kamis malam (18/05/2017).

Tapi kemudian, siapa Niko dan apa kaitannya dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan?

Berdasarkan penelusuran winnetnews , sebuah video berisi pengakuan seorang pria bernama Niko Panji Tirtayasa mengungkapkan sebuah fakta bahwa dirinya pernah memberikan kesaksian palsu karena tekanan dari komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik itu, Niko mengucapkan permintaan maaf kepada pamannya, Muhtar Effendi atas kejahatannya yang telah memberikan kesaksian palsu pada persidangan kasus suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Niko mengaku bahwa dia disuruh memberikan kesaksian palsu oleh penyidik KPK, Novel Baswedan CS agar Akil Mochtar dan Muhtar Effendi yang juga pamannya sendiri masuk penjara. Sebagai ganti memberikan kesaksian palsu, Niko mengaku bahwa dirinya dibayar oleh KPK dan lawan dari Romi Herton , Sarimuda CS serta lawan dari Bupati Empat Lawang Budi Antoni Al-Jufri, Jonci Muhammad CS melalui pria bernama Firdaus dan Ariwijaya.

Tak hanya sekedar bicara, Niko bahkan menunjukkan selembar kertas yang berisi data transfer dari sejumlah nama yang diantaranya dari KPK, Firdaus, dan Azwar Bidui ke rekening khusus atas nama istri Niko, Andriani Sabar .

"Ini dari KPK melalui rekening Andriani Sabar, istri saya yang beralamat di Karangtengah Rt 02 Rw 07 Desa Lamajang Kec. Pangalengan Kab. Pangalengan Bandung. Ini transfer dari KPK, KPK, KPK, KPK, ini dari KPK, ini dari Firdaus, Ajuar Bidui, Firdaus, Firdaus, ini semua rekening khusus dibuat untuk menerima transfer dari pihak KPK, maupun transfer dari Bapak Sarimuda Cs, maupun Jonci Cs untuk pembayaran kami bersaksi bohong di penyidik KPK maupun di pengadilan negeri Jakarta Pusat," jelasnya, seperti dikutip dari videonya, Jumat (19/05/2017).

Niko juga mengaku bahwa Novel mengatakan jika dirinya tak mengikuti arahan dari Abraham Samad maupun Bambang Wijayanto maka pihak KPK akan memenjarakan keluarganya.

"Karena saya juga diancam oleh Bapak Novel Baswedan Cs, bilamana saya tidak mengikuti arahan dari beliau maupun dari Bapak Abraham Samad sebagai Ketua KPK maupun Bambang Wijayanto, saya bersama istri akan dipenjarakan oleh mereka pihak KPK," katanya.

Dan yang terakhir, Niko mengatakan bahwa dirinya siap membongkar semua fakta atas kasus ini dan mengucapkan permintaan maaf khususnya untuk pamannya yang juga menjadi tersangka kasus sengketa Pilkada, Muhtar Effendi.

"Demikian pernyataan saya dan bilamana pernyataan saya di kemudian hari ada masalah, saya siap mempertanggungjawabkan berkata yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya di hadapan penyidik maupun dihadapan siapapun yang berkompeten di bidang hal ini agar saya tidak dikejar oleh dosa besar dan memenjarakan orang-orang yang tidak bersalah terutama paman saya pribadi yang membesarkan saya dari dulu hingga sekarang. Terimakasih," tutupnya.

Berikut videonya:

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top