Skip to main content

Soto Ceker & Ranjau pak Gendut Jl. Sabang

Soto Ceker  Ranjau pak Gendut Jl. Sabang
Soto Ceker Ranjau pak Gendut Jl. Sabang

Ingin menikmati nikmatnya soto ceker ataupun soto ranjau? Cobalah mampir ke kedai Soto Ceker Pak Gendut yang ada di dekat Sarinah di Jalan M.H. Thamrin atau di Jalan Sabang. Pak Gendut kondang sebagai peramu soto ceker nan jempolan.

Anda, barangkali, belum terbiasa menyantap masakan berbahan baku kaki ayam atau ceker. Itu bisa dimaklumi. Maklum, sebagian orang merasa jijik dengan ceker atau cakar ayam yang biasa dipakai menggaruk-garuk tanah ketika si ayam mencari makan. Tapi, di tangan Sutomo, si empunya Kedai Soto Ceker Pak Gendut, ceker yang terkesan jorok ini berubah menjadi sajian nan lezat.

Betul, kedai yang menyajikan soto ceker sudah bertebaran di Jakarta. Cuma, jika sudah mencicipi soto ceker racikan Sutomo, Anda bisa ketagihan.

Tak susah mencari kedai Pak Gendut ini. Mampir saja di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat. Ada dua kedai di jalan yang lebih dikenal dengan nama Jalan Sabang tersebut. Satu kedai berada di kompleks Kampung Kuliner Sabang, dan satu lagi berupa warung tenda di seberang restoran American Grill.

Kedai Soto Ceker Pak Gendut yang ada di Jalan Sabang lebih kondang. Pertama kali hadir di Jakarta, kedai ini berada di samping Sarinah Department Store, beberapa puluh meter dari Jalan Sabang.

Sedikit kilas balik, kedai ini buka perdana pada 1989 silam. Di awal berdirinya, Sutomo dan istrinya, Zubaidah, hanya menyajikan soto ayam. Sutomo baru me-launching menu soto ceker pada tahun 1997.

Ternyata, sajian anyar itu langsung disukai pelanggan. Seiring berjalannya waktu, bahkan, soto ceker melambungkan nama Kedai Soto Pak Gendut. Beberapa tahun kemudian, Sutomo pun sudah bisa membuka dua cabang. Saking larisnya, kini, Sutomo menghabiskan satu setengah kuintal alias 150 kilogram ceker dalam sehari.

Tentu saja, Anda tak bisa menikmati kenyamanan ala American Grill jika bersantap di Kedai Soto Ceker Pak Gendut. Di kedai ini, Anda harus rela duduk berjejalan bersama pengunjung lain. Anda juga harus rela diiringi deru kendaraan ketika bersantap di sini.

Awas, ada soto ranjau

Namun, ketidaknyamanan itu bakal buyar ketika pesanan soto ceker sudah di depan mata. Dijamin, mata Anda bakal fokus ke lima ceker nan gemuk yang berendam di dalam kuah kuning. Selanjutnya, cobalah ambil ceker sebuah saja. Segera gigit jemari si ceker itu, ambil dengan mulut, dan biarkan sejenak mencakar lidah. Nah, rasakan nikmatnya urat kaki nan empuk yang menyatu dengan bumbu soto.

Sutomo menuturkan, untuk menghasilkan ceker yang empuk dan gurih, ia merebus ceker tersebut dua kali. Mula-mula, ceker direbus sampai empuk menggunakan bumbu dapur lengkap seperti bawang, kemiri, ketumbar, dan jahe.

Setelah sampai di warung, ceker tersebut direbus lagi. Kali ini, ia menambahkan bumbu soto, seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, dan juga ebi sangrai. “Dan, satu lagi: bumbu rahasia perusahaan,” ujar Sutomo.

Air rebusan terakhir itu juga ia gunakan sebagai kuah soto. Agar rasa soto ceker makin mantap, sebelum dihidangkan, Sutomo menambahkan garam, penyedap rasa, daun bawang, dan bawang goreng ke dalam mangkuk soto ceker. Jika menginginkan rasa gurih lebih kuat, Anda juga bisa memesan soto ceker dengan tambahan santan.

Tentu, kedai milik Sutomo ini tidak hanya menyediakan soto ceker. Di kedai ini, para pengunjung bisa memesan soto favorit lainnya, yakni soto ranjau. Soto spesial ini menghadirkan racikan yang berisi potongan tulang ayam dan leher ayam. Tulang-tulang ayam inilah yang menjadi kekhasan soto ranjau ini. Kalau Anda menggerogoti tulang dan menemukan sedikit daging ayam atau tulang muda, pasti Anda akan merasa puas.

Untuk bisa menikmati kedua sajian istimewa tersebut, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 16.000. Kalau ditambah sepiring nasi, total cuma menjadi Rp 19.000. “Untuk soto ranjau, saya butuh sekitar 150 kerongkongan tulang ayam utuh tiap hari,” jelas Sutomo.

Kalau Anda ingin variasi soto lainnya, Sutomo juga menyediakan soto ayam, soto daging, soto babat, hingga soto kikil. Rasanya sama-sama segar, apalagi dengan tambahan irisan tomat dan kentang di dalamnya.

Ingin lebih variatif? Cobalah campuran soto ceker atau soto ranjau dengan kikil, babat, daging, ataupun ayam. Anda bisa memilih santapan itu sesuai selera Anda.

Untuk menyegarkan tenggorokan sekaligus melunturkan lemak yang mengendap di mulut, Anda bisa memilih es jeruk seharga Rp 5.000 atau es teh manis seharga Rp 3.000 sebagai minuman pendamping. Memang, menu minuman yang ditawarkan Sutomo terbatas.

Sayang, Anda tidak bisa berlama-lama bersantai di kedai ini. Begitu Anda selesai menyantap semangkuk soto, pengunjung lain pasti sudah mengincar kursi Anda.

(yd)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top