SPDP Kasus Kematian Mirna Diterima Kejaksaan

SPDP Kasus Kematian Mirna Diterima Kejaksaan

Selasa, 26 Jan 2016 | 12:11 | Rusmanto
WinNetNews.com - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus kematian Mirna Salihin (27). Tim penyidik dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya tengah melakukan gelar perkara bersama tim Kejati.

"SPDP sudah kami terima kemarin sore. Jadi intinya penyidik kesini itu untuk koordinasi," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Waluyo di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (26/1/2016). Dalam SPDP biasanya penyidik mencantumkan nama seseorang yang menjadi terperiksa terkait perkara.

Gelar perkara di Kejati diikuti langsung Dirkrimum Kombes Krishna Murti dan sejumlah penyidik. Gelar perkara tertutup ini akan membahas sejumlah alat bukti dan petunjuk terkait perkara Mirna.

"Fakta-fakta yang disampaikan penyidik dan alat buktinya, terkait dengan apa yang bisa dipertanggungjawabkan nanti. Berkasnya belum ada," imbuh Waluyo.

Teka-teki misteri kematian Mirna bakal segera terungkap. Kombes Krishna sebelumnya mengatakan akan mengungkapkan tersangka yang diduga meracuni Mirna dengan sianida. Selain 4 alat bukti, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan ahli.

Mirna tewas setelah meminum kopi yang mengandung sianida di Kafe Olivier di Grand Indonesia pada 6 Januari 2016. Terdapat sebanyak 3,75 gram sianida di es kopi Vietnam yang Mirna minum. Mirna sempat kejang-kejang dan dibawa ke RS Abdi Waluyo sebelum nyawanya dinyatakan tak tertolong.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...