Sri Mulyani: Freeport Perusahaan Publik, Berhenti Ekspor Sahamnya Akan Jatuh
Foto: Winnetnews

Sri Mulyani: Freeport Perusahaan Publik, Berhenti Ekspor Sahamnya Akan Jatuh

Rabu, 22 Feb 2017 | 13:40 | Gunawan Wibisono

WinNetNews.com - Beberapa hari ini, PT Freeport Indonesia tengah berhenti produksi, hal ini disebabkan karena belum menerima rekomendasi ekspor yang diberikan oleh Kementerian ESDM. Selain itu, Freeport juga belum menerima klausul Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang disodorkan Kementerian ESDM.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.1 Tahun 2017 disebutkan, syarat mendapatkan izin ekspor adalah harus mengubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi IUPK. Namun Freeport menolak klausul IUPK tersebut, karena merugikan perusahaan tersebut dari sisi kepastian usaha.

"Freeport itu perusahaan publik. Kalau dia berhenti dia juga akan jatuh sahamnya. Jadi dalam hal ini tidak ada yang disebut menang atau kalah. Kalau kita mau terus menerus akan menuju kepada hal yang sifatnya negatif, pasti tidak hanya buruk kepada kita, namun juga buruk kepada Freeport Indonesia sendiri," ujar Sri Mulyani di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Dengan adanya kenyataan ini, Sri Mulyani berharap, akan ada kesepakatan dari negosiasi transisi perubahan status Freeport dari KK menjadi IUPK. Kesepakatan yang diperoleh itu juga harus rasional untuk kedua belah pihak, serta transparan kepada masyarakat.

Dalam proses negosiasi dengan Freeport, Sri Mulyani menyatakan, pemerintah akan berpegangan kepada Undang-Undang No.4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batu Bara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...