(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Status Waspada Gunung Agung di Bali, Wisatawan Tetap Saja Lakukan Pendakian

Karna H.
Karna H.

Status Waspada Gunung Agung di Bali, Wisatawan Tetap Saja Lakukan Pendakian Kondisi Gunung Agung di Bali pada Kamis (14/09/2017)/Balipost.com

WinNetNews.com – Sejak Kamis (14/09/2017), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan status Gunung Agung di Bali dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada). Kondisi ini menandakan bahwa salah satu gunung berapi di Indonesia itu sedang dalam kondisi yang belum stabil.

Meski demikian, penerapan status untuk Gunung Agung itu tak sepenuhnya digubris wisatawan mancanegara (wisman). Laman Radar Bali mengabarkan, ada wisman yang justru nekat mendaki Gunung Agung.

Pemandu dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Pura Pasar Agung, Selat, Kabupaten Karangasem beberapa kali mengantar para pendaki asal Eropa mendaki Gunung Agung. Mereka berangkat Jumat (15/09/2017) dini hari dan kembali turun sekitar pukul 09.00 WITA.

Salah satu pendaki dari Rusia, Victor, terlihat istirahat di Pura Pasar Agung Selat yang berada di ketinggian 1500 mdpl.

“Viktor mendaki sendiri dipandu pendaki lokal,” ujar Miftah.

Artinya, meski PVMBG memerintahkan penutupan jalur pendakian, faktanya masih saja dibuka.

“Saya mencatat ada 20 kelompok rombongan pendaki yang diantar guide lokal naik gunung dari dini hari tadi,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, PVMBG menaikkan status Gunung Agung karena aktivitas vulkanik yang meningkat. Bahkan, ada kemungkinan Gunung Agung akan meletus.

“Aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini dalam keadaan tidak stabil, sehingga probobalitas untuk terjadi letusan menjadi meningkat. Meskipun kejadiannya tidak dapat dipastikan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Karena itu, para pendaki, pengunjung serta wisatawan diimbau tidak beraktivitas dan melakukan pendakian di area kawah gunung. Bahkan, PVMBG sudah melarang seluruh aktivitas di wilayah radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

“Kami minta masyarakat sekitar Gunung Agung tetap tenang, tapi harus waspada. Tidak terpancing isu-isu dari sumber yang tidak jelas,” tegasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});