Skip to main content

Stok Daging Sapi di Kabupaten Cirebon Aman

Stok Daging Sapi di Kabupaten Cirebon Aman
Stok Daging Sapi di Kabupaten Cirebon Aman

Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjamin stok daging sapi di wilayahnya aman, terutama menjelang Idul Adha mendatang.

Seperti kita ketahui, kelangkaan daging sapi terjadi di sejumlah daerah akibat aksi mogok para pedagang daging sapi di wilayahnya. Bahkan dengan adanya kabar tersebut, Distanbunnakhut langsung menggelar sidak di Rumah Pemotongan hewan (RPH) 44 di Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Meski diakui adanya kenaikan harga, kondisi itu dijamin tak sampai memengaruhi aktivitas di RPH maupun stok daging. “Kebutuhan daging sapi di Kabupaten Cirebon tercukupi dan tak ada masalah. Harga daging memang naik sedikit karena ada desas-desus, tapi selebihnya stok daging aman,” terang Sekretaris Distanbunakhut Muhidin di sela sidak kepada sejumlah wartawan.

Dia menyebutkan, normalnya aktivitas di RPH tersebut setidaknya ditunjukkan pada jumlah hewan yang dipotong hingga malam itu yakni 30 hingga 40 ekor. Pemotongan sendiri berlangsung sejak malam hingga dini hari.

Untuk memenuhi kebutuhan daging, sapi-sapi tersebut rata-rata didatangkan dari Pati, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur. Dia pun memastikan, stok daging mencukupi untuk wilayah Cirebon dan tak ada kelangkaan. “Insya Allah mencukupi. Masyarakat tak perlu khawatir. Pemerintah melalui Distabunakhut akan mengantisipasinya, terutama jelang Idul Adha ini,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Jagal Kabupaten Cirebon, Satori mengungkapkan, akibat harga daging mahal sempat tak ada aktivitas pemotongan di RPH 44 Desa Batembat. Mahalnya harga daging disinyalir akibat adanya permainan di tingkat pedagang. “Sempat tak ada pemotongan daging pada Senin (10/8/2015) malam. Hal itu dipicu karena harga daging mahal,” ujarnya.

Ada permainan

Namun, kondisi tersebut tak berlangsung lama karena Selasa (11/8/2015) malam, pemotongan kembali dilakukan di RPH 44. Menurutnya, harga daging sapi mahal dimungkinkan adanya permainan di tingkat pedagang, mengingat harga dari pemotongan tak ada kenaikan.

Dia menyebutkan, biasanya kebutuhan daging di wilayah Cirebon mencapai lebih dari 50 ekor per hari. Namun, belakangan kebutuhan menurun. Selain permainan pedagang, mahalnya harga daging juga disinyalir akibat sikap para pengusaha sapi yang terkesan menahan suplainya untuk dijual pada musim kurban nanti atau berdekatan dengan waktu Idul Adha.

Akibatnya, daging sapi untuk konsumsi di Kabupaten Cirebon maupun Kota Cirebon hanya mengandalkan hasil pemotongan di RPH milik perorangan dan suplai dari luar daerah. Kegiatan penyembelihan sapi sempat terhenti pada Senin (10/8/2015) malam hingga Selasa (11/8/2015) dini hari.

Sepengetahuan Distanbunakhut, ada adu argumentasi antara para penjagal sapi di Batembat. Sebagian ada yang menginginkan aktivitas penyembelihan, sebagian lainnya tidak. Sehingga akhirnya pemotongan dilakukan di luar RPH.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top