Strartup ini Bangun Rumah Minimalis untuk Tunawisma dengan Printer 3D
Tangkapan layar. Foto: Youtube.com/New Story

Strartup ini Bangun Rumah Minimalis untuk Tunawisma dengan Printer 3D

Senin, 16 Des 2019 | 10:00 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Di zaman modern seperti saat ini, hasil cetak tidak lagi hanya berbentuk 2D (dimensi), namun juga dalam bentuk 3D, sehingga dapat disentuh oleh manusia. Baru-baru ini, sebuah start up berhasil mengembangkan rumah minimalis yang dibuat dengan menggunakan printer 3D.

Dilansir dari Fast Company, mereka memang memiliki tujuan untuk membangun perumahan yang murah dan terjangkau bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Amerika Latin, dengan menggunakan teknologi terbaru. Nantinya, rumah yang dicetak dari printer 3D akan diperuntukkan untuk warga kelas menengah ke bawah dengan penghasilan kurang dari 200 dolar Amerika atau sekitar Rp2,8 juta per bulan, di Meksiko.

Rumah dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, biasanya dipatok dengan harga 7 ribu dolar Amerika atau setara dengan Rp98 juta. Akan tetapi, berkat adanya 3D printer, start up bernama New Story mampu memangkas biaya pembangunan tersebut.

image0

Sayangnya start up ini belum memberikan rincian terkait total biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah minimalis tersebut.

Startup New Story diketahui memang sebuah organisasi non-profit yang berbasis di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Mereka bekerja sama dengan Icon, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Austin.

Pada akhir tahun 2019 ini, New Story dan Icon berencana membangun sebanyak 50 rumah dengan mengandalkan printer 3D di Meksiko. Untuk mewujudkan impiannya ini, mereka mengandalkan mesin cetak 3D yang diberi nama Vulcan II.

image1

Mesin berukuran 10 kali 3 meter itu diklaim dapat mencetak bahan-bahan rumah 3D hanya dalam waktu satu hari. Selain itu, pembangunan dan finishingnya hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.

Waktu yang sangat singkat itu, jauh berbeda dengan yang dibutuhkan oleh kontraktor perumahan tradisional yang biasanya membutuhkan waktu pembangunan selama berbulan-bulan. Printer 3D ini nantinya akan dikembangkan lebih lanjut dan mereka pun berencana membangun lebih banyakk lagi untuk bisa membantu para tunawisma di Amerika Latin.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...