Studi Menunjukkan Generasi Millenials Lebih Gampang Depresi
via romper.com

Studi Menunjukkan Generasi Millenials Lebih Gampang Depresi

Jumat, 13 Des 2019 | 15:15 | Shalmiya Hawarindra

Winnetnews.com - Stres dan depresi memang mudah menyerang siapa saja. Depresi memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari. Millennials dikatakan sebagai generasi yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental, seperti depresi. Dikarenakan millennials kini hidup dalam tekanan besar. 

Melansir Beritagar, menurut studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology, melonjaknya angka gangguan kesehatan mental tidak terlihat pada orang berusia di atas 26 tahun. Sementara, remaja dan dewasa muda yang kini usianya 20-an awal justru semakin berisiko mengalami masalah kesehatan mental yang parah.

Apa saja yang memicu depresi yang terjadi pada millenial? Simak alasannya di bawah ini.

1. Millennials Mengejar Kesempurnaan 

Generasi millennials berkompetisi untuk mengejar kesempurnaan, dikarenakan mereka merasa tidak percaya diri dengan kekurangannya dan membandingkan dirinya dengan orang lain, sehingga mereka berlomba untuk terlihat sempurna. 

Mereka memaksakan segala cara untuk terlihat sempurna di depan orang lain, seperti menampilkan gaya hidup ideal, mengharapkan pasangan ideal, wajah, tubuh dan gambaran kesempurnaan lainnya. 

Karena millennials mengejar kesempurnaan yang tidak dapat mereka capai, akibatnya memperparah kondisi kesehatan mental mereka sehingga dapat berujung depresi. 

2. Akibat Media Sosial 

Penyalahgunaan media sosial yang digunakan untuk mem-bully orang lain dengan menggunakan akun palsu, komentar negatif hingga cacian di akun seseorang, menjatuhkan seseorang tersebut tanpa henti dan mengubah pola pikir hidup seseorang yang menjadi terpacu hanya dengan komentar negatif tersebut. 

Media sosial seperti mengambil alih kehidupan mereka sehingga mereka selalu ingin tampil sempurna di media sosial hanya untuk memuaskan netizen, dan seperti beberapa kasus lainnya terdapat korban media sosial yang membunuh dirinya sendiri akibat di bully secara terus menerus sehingga menjadi depresi. 

3. Kurangnya Waktu Tidur

Akibat kurang tidur dapat memperburuk kesehatan mental seseorang. Begadang atau tidur larut malam sudah bukan hal aneh lagi bagi millennials, entah untuk menyelesaikan tugas sekolah, kuliah, kantor atau hanya untuk pergi sampai larut malam bersama teman-teman. 

Tetapi, akibat kurangnya waktu tidur dapat menumpulkan fungsi otak untuk beraktivitas yang memicu masalah kesehatan mental. Karena otak kita akan bekerja lebih keras, tetapi miskin akan energi otak yang disebabkan oleh kurangnya istirahat. Sehingga penderita akan stress karena tidak dapat berkonsentrasi, memusatkan perhatian, dan fokus dalam mengambil keputusan. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus akan menyebabkan depresi pada seseorang. 

Alasan mengapa millennials mudah depresi ini memang sangat kompleks. Pengaruh masing-masing faktor sangat bergantung pada situasi setiap individu. Melihat beberapa penyebab yang mudah menimbulkan depresi pada millennials, kita semua perlu menyadari dan mencegah terjadinya depresi pada diri kita sendiri atau pun orang lain untuk menciptakan generasi yang lebih sehat! Love yourself and Love Each Others

***

 

Shalmiya Hawarindra adalah mahasiswa semester 3 dari London School of Public Relations dengan jurusan Public Relation. 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...