Studi: Penyu Mencium Bau Sampah Plastik di Laut Seperti Makanan
Foto: PA Images

Studi: Penyu Mencium Bau Sampah Plastik di Laut Seperti Makanan

Selasa, 24 Mar 2020 | 16:11 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Sebuah penelitian telah menemukan bahwa penyu kemungkinan besar mencium kantong plastik yang ada di laut sebagai makanan mereka. Hal ini terjadi disebabkan karena bakteri dan lumut yang ada terkumpul di sana.

Dalam hasil riset yang baru dipublikasikan awal bulan ini, para peneliti menemukan bahwa penyu-penyu ini merespon hampir secara identic ketika mereka diberikan makanan dengan kantong plastik yang telah direndam di air. Mereka juga menemukan penyu akan mengeluarkan hidung mereka keluar dari air tiga kali lebih lama untuk mencium bau kantong plastik dibandingkan yang lainnya.

Sudah lama diketahui bahwa plastik memiliki dampak yang buruk pada populasi penyu, dengan penelitian yang menunjukkan 52% dari penyu di dunia yang telah memakan limbah plastik. Akan tetapi, sebelumnya dipercaya bahwa plastik terlihat seperti ubur-ubur, lumut, dan spesies yang lainnya. Namun ternyata bau yang ditimbulkan pun juga berpengaruh.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, menujukkan penyu sebenarnya bisa ‘mencari plastic secara proaktif karena baunya’. Nick Mallos selaku direktur senior program Ocean Conservancy’s Trash Free Seas program, mengatakan ini sangat memperihatinkan. Serta memberikan bukti baru terkait penyu yang memakan plastik.

Matthew Savoca, seorang peneliti pascadoktoral di Hopkins Marine Station di Stanford University dan penulis pendamping penelitian ini, setuju bahwa studi yang dilakukan telah menjadi bukti bahwa betapa kompleksnya hewan dalam mencari makanan.

“Lautan bukan lah sebuah supermarket yang besar, terdapat makanan di mana-mana, jadi para hewan ini harus sangat cermat untuk dapat bertahan hidup,” kata peneliti.

Polusi sampah plastik di lautan sangat memprihatinkan bagi penyu karena tiga dari tujuh spesies yang ada terancam punah. Berarti mereka menghadapi resiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...