Suaka Eks Presiden Bolivia Dikabulkan Meksiko

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Suaka Eks Presiden Bolivia Dikabulkan Meksiko mantan Presiden Bolivia Evo Morales menghabiskan malam pertamanya setelah mengundurkan diri di lokasi rahasia. [Foto: AFP/Kompas.com]

Winnetnews.com - Pasca mengundurkan diri dari kursi presiden Bolivia, Evo Morales kini bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, Morales yang sebelumnya mengajukan permintaan suaka dikabulkan oleh Meksiko.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko, Marvelo Ebrard menyatakan, pihaknya menerima telepon dari Morales beberapa menit setelah menawarkan suaka. Pernyataan itu dia ungkapkan lewat konfernsi pers.

"Secara verbal, beliau merespons tawaran kami dan kemudian secara resmi mengajukan suaka politik di negeri kami," terang Ebrard dikutip AFP Selasa (12/11) seperti dilansir Kompas.com.

Dia menyatakan setelah berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri Olga Sanchez Cordero, mereka meloloskan permintaan Evo Morales dengan alasan kemanusiaan. Ebrard menerangkan, integritas dan nyawa mantan presiden berusia 60 tahun itu berada dalam bahaya jika dia tetap tinggal di Bolivia.

Karena itu, Pemerintah Meksiko menyatakan sudah berdialog dengan Kementerian Luar Negeri Bolivia guna melindungi Morales. Ebrard tidak menjawab pertanyaan awak media apakah Morales sudah bertolak menuju Meksiko.

“Jika memang benar, kapan dia akan tiba?” tuturnya.

Sumber militer Peru mengungkapkan, sebuah pesawat angkatan udara Meksiko dilaporkan tiba di ibu kota Lima, Peru. Kemungkinan untuk mengeluarkan Morales. Kemudian dalam keterangan resminya, Kemenlu Peru menyatakan pesawat pemerintah Meksiko diizinkan mengisi bahan bakar dan terbang pukul 18.30 waktu setempat.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, yang juga berasal dari kelompok sosialis menyebut Morales digulingkan oleh kudeta. Sebelumnya, Ebrard menuturkan Mexico City sudah menawarkan suaka politik kepada Morales sehari setelah dia mengundurkan diri.

Morales mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai presiden Minggu (10/11) setelah gelombang demonstrasi yang melanda dalam tiga pekan terakhir. Mantan aktivis petani koka itu merupakan presiden terlama di Amerika Latin. Memerintah sejak Januari 2006 sebelum mundur pekan lalu.

Presiden pribumi pertama Bolivia itu mundur setelah kehilangan dukungan militer dan kepolisian buntut aksi demonstrasi pasca-kemenangannya di pemilu 20 Oktober 2019. Kalangan oposisi menyebut kemenangan di periode keempat Morales sarat akan kecurangan, dengan panglima militer memintanya meletakkan jabatan.

Serangkaian pejabat tinggi Bolivia pun ikut mundur. Termasuk wakil presiden dan ketua Kongres, meninggalkan negara itu tanpa pimpinan yang jelas. Polisi melalui Kolonel Jose Barrenechea pun meminta bantuan Panglima Jenderal Williams Kaliman untuk memadamkan unjuk rasa.

Sebagai tanggapan, Kaliman dalam siaran televisi mengumumkan militer akan bekerja sama dengan kepolisia melakukan operasi memulihkan ketertiban.

Apa Reaksi Kamu?