Skip to main content

Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Tapi Ahok Tidak Ditahan, Ini Alasan Polri

Ahok di Balai KotaFoto: wibi.winnetnews.com
Ahok di Balai KotaFoto: wibi.winnetnews.com

WinNetNews.com - Walau Penyidik Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) RI sudah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka,Polri tidak menahan Ahok. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan alasan penyidik tidak menahan Ahok.

Menurut Tito ada tiga alasan seorang tersangka untuk ditahan. Pertama, penahanan harus memenuhi syarat subjektif semua penyelidik harus bulat soal adanya tindak pidana. "Sementara dalam gelar perkara kemarin terlihat jelas adanya perbedaan pendapat ahli," kata Tito kepada wartawan di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/11).

Dilansir dari detikcom, menurut Tito, adanya perbedaan pendapat dari saksi ahli tersebut mempengaruhi penyelidik. "Penyelidik dissenting tidak bulat meskipun didominasi oleh mereka yang sepakat ada tindak pidana. Karena tidak bulat maka unsur subjektif menyatakan tindak pidana itu tidak mutlak," kata dia.

Alasan kedua, penahanan bisa dilakukan karena ada kekhawatiran tersangka akan melarikan diri. Sementara dalam kasus ini, Tito mendapat laporan dari Kabareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto bahwa Ahok cukup proaktif.

Apalagi saat ini Ahok juga menjadi calon gubernur DKI Jakarta. "Ketika yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon dan cuti, kecil kemungkinan yang bersangkutan melarikan diri," kata Tito.

Penahanan juga dilakukan ketika ada kekhawatiran tersangka menghilangkan barang bukti. Sementara dalam kasus ini semua barang bukti sudah disita. "Jadi tidak ada kekhawatiran barang bukti dihilangkan," kata Tito.

"Sebagai antisipasi penyidik memutuskan untuk dilakukan pencegahan. Jangan sampai nanti yang bersangkutan ke luar negeri, kita tak mau disalahkan," kata Tito.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top