Sudah Era Digital, Apakah Penggunaan Kertas Bisa Ditiadakan?
via Solusi Printing

Sudah Era Digital, Apakah Penggunaan Kertas Bisa Ditiadakan?

Kamis, 26 Des 2019 | 16:35 | Gisela Kurniawan

Winnetnews.com - Mungkin kertas bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Apalagi semakin meningkatnya jenjang pendidikan serta karir seseorang, mulai proses pendidikan formal, kantor, atau supermarket di Indonesia, kebutuhan kertas akan terus ada dan cenderung meningkat.

Di era digital seperti sekarang, apakah kita juga seharusnya meniadakan penggunaan kertas? Sudah pasti itu bukanlah solusi dan terdengar ekstrim. Maka sebaik-baik hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi penggunaannya.

Menurut data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) tahun 2019, komposisi sampah secara umum di Indonesia berasal dari sampah rumah tangga (200.000 ton sampah per hari) di mana 60% sampah organik, 14% sampah plastik, 9% sampah kertas dari masyarakat Indonesia yang tidak peduli dengan pengelolaan sampah.

Bisa dibayangkan, kalau dari 9% itu adalah kertas dari tempat kerja, kebutuhan pendidikan dan supermarket. Dalam beberapa tahun ke depan, ada kemungkinan bahwa limbah kertas akan meningkat 3x lebih parah jika tidak ada solusi untuk masalah tersebut untuk mengurangi penggunaan kertas dan mulai memanfaatkan teknologi yang ada.

Seiring berjalannya waktu, teknologi digital tahun ini juga sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Istilah "Industri 4.0" sendiri berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Maka seharusnya penggunaan kertas bisa diminimalkan dengan penggunaan teknologi digital saat ini.

"Digital tidak sekedar teknologi seperti AI, Big Data, IoT, atau Digital Voice, tapi menyangkut habit atau budaya. Pesatnya teknologi apabila tidak diarahkan dan digunakan dengan tepat, akan menjadi sia-sia," kata Bayu yang juga Ketua Bidang Kajian Kebijakan Publik Generasi Optimis (GO) Indonesia.

Demi mengoptimalkan teknologi digital yang ada dan mengurangi penggunaan kertas, berikut merupakan tips yang dapat ditempuh untuk menerapkan penggunaan kertas secara bijaksana.

Di dunia pendidikan:

  • Mahasiswa dan mahasiswi mulai membiasakan diri untuk lebih mencari pengetahuan lewat internet dan mengurangi pembelian buku fisik.
  • Mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi mulailah memanfaatkan handphone untuk menulis hal khusus (jadwal ujian/ tugas yang belum terselesaikan),
  • Mahasiswa bisa menyimpan tugas dari perguruan tinggi lewat USB atau google drive sehingga tidak perlu menghabiskan banyak kertas untuk menyalin ulang materi pembelajaran.

Di dunia pekerjaan:

  • Bagi perusahaan besar mulai mengirim invoice dalam bentuk digital sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam bentuk amplop
  • Bagi perusahaan bila ingin mengadakan rapat bisa menyiapkan presentasi slide dalam bentuk digital yang bisa dibuka lewat smartphone sehingga tidak perlu print materi menggunakan kertas
  • Bagi perusahaan memiliki kertas yang tak terpakai dalam keadaan 1 sisi kosong, bisa diupayakan untuk digunakan kembali oleh pegawai

Di dunia perusahaan retail:

Bagi transaksi terhubung dengan struk kertas mulai di alokasikan lewat email sehingga bisa mengurangi penggunaan kertas

 

Yuk milenial, kita wujudkan pengurangan limbah kertas dengan penggunaan teknologi digital yang ada! (*)

 

 

----------------
Gisela Kurniawan adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...