Suka Konsumsi Permen Pelega Tenggorokan? Ini Dampaknya Bila Terlalu Sering

Rusmanto
Rusmanto

Suka Konsumsi Permen Pelega Tenggorokan? Ini Dampaknya Bila Terlalu Sering ilustrasi
Winnetnews.com -  Ketika batuk mulai menyerang, tenggorokan terasa mengganjal, biasanya pertolongan pertama yang dilakukan adalah makan permen pelega tenggorokan. Permen yang bisa bantu meredakan batuk ini biasanya disertai dengan rasa mint yang cukup kuat. Rasa manisnya juga membuat permen yang disebut-sebut sebagai obat batuk ini banyak digemari.

Sayangnya, Anda tidak boleh terlalu banyak makan permen pelega tenggorokan karena kandungan menthol yang ada di dalamnya dapat memicu gejala overdosis, jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak. Lantas, seperti apa tanda-tanda overdosis permen obat batuk ini?

Kandungan menthol pada permen pelega tenggorokan

Jika batuk tak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter supaya Anda dapat obat yang lebih sesuai. Hanya mengandalkan permen pelega batuk sebenarnya kurang baik. Apalagi bila Anda terus-terusan menjadikan permen tersebut sebagai ‘obat’.

Memang, kandungan menthol di daam permen tersebut menimbulkan sensasi dingin dan menyegarkan. Namun, ternyata jika terus-terusan dimakan, Anda berisiko keracunan menthol.

Mengonsumsi menthol dalam jumlah yang berlebihan tentu saja dapat menyebabkan overdosis, meskipun kondisi ini jarang terjadi. Umumnya, orang bisa keracunan menthol akibat menggunakan mentol murni. Nah, mentol murni ini pun sangat jarang dipakai pada obat-obat batuk yang ada di apotek biasa.

Pada obat batuk biasa terdapat 1-15 miligram menthol per tetesnya. Nah, dosis mentol yang dapat membahayakan tubuh berkisar 50-500 mg per kilogram berat badan. Oleh karena itu, memakan permen obat batuk dalam jumlah yang banyak dan rentang waktu yang dekat, dapat memicu overdosis.

Apa Reaksi Kamu?