Sunat perempuan jadi perdebatan di Rusia

Sunat perempuan jadi perdebatan di Rusia

Jumat, 19 Agt 2016 | 17:00 | Rike
WinNetNews.com-Laporan tentang sunat perempuan (FGM) di wilayah Kaukasus Utara picu perdebatan sengit di Rusia, tapi sejumlah ulama membela praktik tersebut.

Kelompok masyarakat sipil temukan FGM biasanya terjadi diantara Muslim di pedesaan bukit Dagestan, Rusia. Praktek sunat alat kelamin wanita ini dilakukan di rumah-rumah penduduk.

Pimpinan Muslim disana, Ismail Berdiyev, mengisyaratkan bahwa seluruh wanita harus disunat, lalu menarik pernyataannya.Tapi pendeta senior Kristen Ortodoks, Vsevolod Chaplin, mendukungnya.Pada posting Facebook, Chaplin menulis "simpatinya kepada mufti, dan saya berharap dia tidak akan mundur dari posisinya karena teriakan dan perdebatan yang akan mulai terjadi sekarang".

"Kami Kristen Ortodoks memiliki tradisi yang berbeda, tetapi ini tidak pernah menghentikan kami untuk menghormati tradisi warga tetangga," tulis sang pendeta. Dia menyebut FGM tak diperlukan wanita Kristen Ortodoks "karena mereka tidak suka berzinah". Tapi dia mendukung pernyataan mufti bahwa Tuhan menciptakan "wanita agar mereka dapat melahirkan dan memelihara anak"."Feminisme adalah kebohongan abad ke-20," lanjut dia.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...