Supaya Tidak Kena Denda Arab Saudi, Habib Rizieq Disarankan Minta Amnesti

Supaya Tidak Kena Denda Arab Saudi, Habib Rizieq Disarankan Minta Amnesti istimewa

WinNetNews.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengaku akan dikenai denda yang cukup besar dengan adanya pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad Al Syu'aiby. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan ada cara agar Rizieq terhindar dari denda dan blacklist tersebut.

"Sebenarnya bisa tanpa denda dan blacklist, yaitu ketika ada program amnesti keimigrasian," ujar Agus, Senin (01/10/2018).

Agus mengatakan amnesti keimigrasian itu merupakan program massal, yakni amnesti yang diberikan kepada banyak orang oleh Kerajaan Arab Saudi. Namun, program ini tidak ditentukan waktu pengadaannya.

"Selama saya bertugas, pernah satu kali amnesti yang diikuti semua WNA pelanggar imigrasi, para overstayer," katanya.

"Jadi ini tidak tentu (pengadaannya). Tergantung Saudi. Ini pemaafan massal," tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan pencekalan yang disebut Rizieq, Agus mengaku belum menerima notifikasinya. Dia juga mengataka jika ada WNA yang overstay di Arab Saudi maka akan dikenai denda, pencekalan hingga masuk daftar hitam alias blacklist.

"Belum ada notifikasi terkait pencekalan. Kalau overstay Saudi tidak pernah infokan via nota," katanya.

Habib Rizieq Syihab bicara soal pencegahannya di Arab Saudi. Rizieq membenarkan dirinya dicegah untuk keluar dari Saudi.

"Saya sampaikan bahwa benar saya di Saudi Arabia sedang dicekal tak boleh meninggalkan Arab Saudi, sehingga saya dan keluarga untuk sementara waktu belum bisa keluar dari negara Saudi Arabia," kata Rizieq, Sabtu (29/9/2018).

Rizieq menyampaikan hal tersebut melalui rekaman suara yang diputar di kegiatan doa kebangsaan dan doa keselamatan di Monas, Jakarta Pusat. Rekaman itu diputar kurang lebih berdurasi 17 menit.

Dalam rekaman, Rizeq mengatakan menghormati pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad Al-Syu'aiby. Tapi Rizieq meminta agar pencegahan itu dicabut, karena dinilai akan merugikan secara finansial karena denda yang besar.

"Saat ini saya di Arab Saudi sedang mengingatkan semua pihak yang terkait di pemerintahan Arab Saudi bahwa pencekalan saya yang berlarut akan menyebabkan visa saya dan keluarga habis masa berlakunya sehingga overstay," tutur Rizieq. (detikcom)